1 Pekerja Mitra PHR Tewas, Polres Bengkalis: Helm Keselamatan Korban Pecah

Dia terbawa jatuh bersamaan dengan menara yang tumbang

Bengkalis, isafetymagazine.com – Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghentikan aktivitas rig (pengeboran) di wilayah kerjanya yang berlokasi di Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kebijakan ini dilakukan akibat satu pekerja dan dua orang cedera patah pinggang yang masing-masing merupakan mitra perusahaan.

“PHR senantiasa mengupayakan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam operasi di WK (Wilayah Kerja) Rokan,” kata Corporate Secretary PT PHR, Eviyanti Rofraida.

Pada kesempatan terpisah Kepolisian Resor Bengkalis menyebutkan penyebab kematian pekerja yang merupakan mitra perusahaan akibat kecelakaan kerja pada Senin (24/11/2025) sekitar pukul 9.45 WIB.

Penyebabnya, tower rig yang tumbang karena tidak sanggup mengangkat annular penutup sumur minyak.

“Saat itu korban masih ada di atas menara, jadi ikut jatuh dan mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal,” ujar Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan pada Selasa (25/11/2025).

Korban meninggal bernama Anggiat Nasib Sianturi (43) merupakan pekerja Arthindo Utama sebagai mitra PHR. Dia adalah warga kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi serta berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara pasti.

“Penyelidikan masih berlangsung,” ujar Budi Setiawan.

Korban saat kecelakaan kerja itu bertugas sebagai Derrickman dalam kegiatan well service atau perawatan sumur minyak.

Pagi itu dia bersama tim melakukan tahap awal pekerjaan berupa Document of Compliance (DOC) pada salah satu sumur di Duri Field.

Kemudian, sumur ditutup menggunakan Annular Blow Out Preventer (BOP) sebagai standar keselamatan saat pengeboran setelah pekerjaan di atas selesai.

Selanjutnya, berdasarkan rencana kerja, kru bersiap melakukan tahapan Rig Down (R/D) Power Swivel.

Asisten Driller ditugaskan untuk mengangkat drill pipe (pipa bor) yang masih berada di dalam sumur.

Karena, sumur masih tertutup dengan keberadaan Annular BOP, maka tower rig AU #17 tidak sanggup mengangkat drill pipe tersebut.

“Kondisi itu menyebabkan menara rig mengalami tarikan kuat dari bawah. Dalam hitungan detik, tower rig tertarik dan tiba-tiba roboh,” ucap Budi Setiawan.

Korban sedang berada pada posisi monkey board saat kejadian tersebut yakni bagian atas menara rig untuk mengatur pergerakan pipa bor.

Dia terbawa jatuh bersamaan dengan menara yang tumbang berakibat menimpa counterweight mobile crane yang berada di bawah.

Benturan keras membuat helm keselamatan yang dikenakan korban pecah dan korban mengalami luka fatal. Kru lapangan dan tim medis PHR yang berada di lokasi mengamankan sumur dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit PHR.

Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit (RS).

Sumber:
1.kompas
2.hariansinggalang

Exit mobile version