4 Strategi Bank Mandiri Perkuat Implementasi ESG, Kredit Berkelanjutan Diprediksi Naik

Pertumbuhan pipeline kredit berkelanjutan Bank Mandiri didorong berbagai katalis strategis seperti integrasi pembiayaan dengan program prioritas pemerintah.

Jakarta, isafetymagazine.com – Bank Mandiri memiliki empat strategi guna memperkuat implementasi dari prinsip environmental, social, and governance (ESG) pada 2026. Pertama, penguatan tata kelola ESG melalui kebijakan dan regulasi internal yang semakin komprehensif.

“Kami memperkuat fondasi governance dengan memperkuat berbagai kebijakan utama yang menjadi rujukan praktek ESG di Bank Mandiri, termasuk peluncuran 12 stand alone policy overview yang dapat diakses publik melalui website kami,” kata Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Henry Panjaitan.

Pernyataan ini disampaikannya dalam ‘Paparan Kinerja Kuartal IV 2025 Bank Mandiri’ secara daring pada Kamis (5/2/2025).

Kedua, memperkuat integrasi ESG ke dalam proses bisnis, khususnya melalui kebijakan pembiayaan dan engagement kepada nasabah.

ESG bukan hanya komitmen internal semata, tapi juga menjadi bagian dari cara Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan secara bertanggung jawab.

“Hal ini dilakukan melalui penguatan manajemen resiko, melalui kebijakan sektoral dan environmental and social risk management,” ujarnya.

Ketiga, Bank Mandiri memperkuat aspek sosial melalui peningkatan perlindungan konsumen, pembangunan human capital, perluasan akses keuangan, serta penguatan privasi dan keamanan data.

“Upaya ini didukung oleh penyempurnaan kebijakan, penguatan mekanisme pengaduan nasabah, peningkatan literasi keuangan, digitalisasi layanan yang aman, serta penerapan budaya kerja yang inklusif,” ujarnya.

Keempat, Bank Mandiri juga meningkatkan kualitas transparansi dan pelaporan keberlanjutan sesuai global best practice, di mana dengan terus memperkuat pelaporan keberlanjutan yang mengacu pada aturan internasional.

“Dengan fondasi tata kelola dan transparansi yang kuat, Bank Mandiri optimis memperkuat perannya sebagai katalis transformasi keberlanjutan sekaligus menjaga kepercayaan dari seluruh stakeholder,” tuturnya.

Henry Panjaitan mengemukakan pipeline kredit berkelanjutan Bank Mandiri pada 2026 diprediksi tumbuh secara konsisten. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan total kredit secara keseluruhan.

“Posisi Bank Mandiri sebagai market leader dalam green financing memberikan landasan yang kuat untuk mempertahankan posisi tersebut sebagai pangsa pasar terbesar, sekaligus memperluas pembiayaan ke sektor-sektor transisi,” ujarnya.

Pertumbuhan pipeline kredit berkelanjutan Bank Mandiri didorong berbagai katalis strategis seperti integrasi pembiayaan dengan program prioritas pemerintah dan kebutuhan transisi ekonomi nasional yang fokus pada beberapa proyek seperti proyek ketahanan energi dan energi terbarukan.

Peluang besar dalam pembiayaan proyek-proyek pembangkit terbarukan yang selaras dengan arah kebijakan nasional melalui Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

“Kedua, pengembangan proyek waste to energy, seiring meningkatnya kebutuhan pengelolaan sampah nasional. Waste to energy menjadi infrastruktur hijau yang strategis,” tuturnya.

Bank Mandiri, Henry Panjaitan, juga mendukung pembiayaan sektor ini sebagai solusi lingkungan, transisi menuju energi bersih.

Hal ini sekaligus mendorong ekonomi sirkuler melalui pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam rantai pengelolaan sampah.

“Ketiga, proyek perumahan inklusif melalui program FLPP. Pemerintah yang mendorong akses perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi bagian penting dari pipeline kredit berkelanjutan di Bank Mandiri dan katalis terakhir, yaitu penguatan UMKM ekonomi inklusif.

Bank Mandiri juga memperkuat pembiayaan program kredit usaha mikro (KUR) dan pembiayaan mikro produktif lainnya,

Hal ini sebagai tulang punggung ekonomi nasional untuk mendorong produktivitas dan memperkuat akses pembiayaan.

“Dalam fokus pembiayaan hijau, transisi dan pemberdayaan UMKM, Bank Mandiri terus memperkuat perannya sebagai pemimpin pembiayaan berkelanjutan di Indonesia,” kata Henry.

Total pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025 atau tumbuh 8% dibanding periode yang sama 2024 yaitu Rp166 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari pembiayaan hijau (green financing) sebesar Rp166 triliun dan pembiayaan sosial mencapai Rp150 triliun. (adm)

Sumber: Investor Trust

 

Exit mobile version