Jakarta, isafetymagazine.com – Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mengungkapkan sebanyak 41,8 juta jam kerja selamat dengan No Accident (NoA) sebesar 0 dan Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,12 dicapai perusahaan tersebut.
Dari aspek lingkungan diraih tujuh kandidat rating Hijau dan empat rating Biru pada PROPER 2025.
“Kita mencatatkan kinerja keselamatan yang baik. Saya tegaskan, tidak ada target produksi yang lebih penting dari keselamatan. Tahun 2026, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas kerja,” kata Direktur Utama (Dirut) PT PHI, Sunaryanto pada Senin (26/1/2026).
Seluruh pekerja diapreasi perusahaan atas dedikasi dan ketangguhan dalam menjaga keandalan operasi saat kompleksitas lapangan tua (mature).
“Produksi migas tetap terjaga, fasilitas berjalan andal, dan pasokan energi dari Kalimantan terus mengalir karena kedisiplinan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab seluruh Perwira. Ini bukan hasil kerja satu orang atau satu fungsi, tetapi kerja kolektif seluruh elemen organisasi dan pekerja,” ujarnya.
Sunaryanto mengutarakan PHI komit memprioritaskan keselamatan, profitable investment, dan tata kelola yang kuat sebagai fondasi keberlanjutan.
Langkah ini sejalan dengan semangat ‘10 Years Stronger’ dan visi PHI untuk terus mendukung ketahanan energi nasional pada dekade-dekade mendatang.
Komisaris Utama (Komut) PT PHI, Meidawati mengucapkan rasa syukur atas kinerja perusahaan dan peringatan 10 tahun perjalanan PHI. Pencapaian ini dinilai penuh makna dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Perjalanan panjangnya diwarnai oleh kerja keras, kolaborasi, dan prestasi bersama seluruh pekerja.
“Ini adalah perjalanan prestasi yang tidak singkat, dan semua capaian ini merupakan hasil dari komunikasi dan kerja sama yang baik seluruh pihak,” ujarnya.
Menyoal aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), ujar Meidawati, kinerja keselamatan di lingkungan perusahaan terus terjaga secara baik. Dia menilai perlu memperkuat keandalan aset dan pengamanan area operasi agar seluruh aktivitas berjalan semakin aman dan andal. “
Saya tidak bosan-bosannya mengingatkan bahwa budaya keselamatan harus terus disosialisasikan dan benar-benar dipahami serta dilaksanakan, mulai dari pimpinan tertinggi hingga para frontliner di lapangan,” ucapnya. (adm)
Sumber: Dunia Energi