Jakarta, isafetymagazine.com – Multi Harapan Utama (MHU) menilai keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Jadi, keselamatan bukan hanya tanggung jawab karyawan MHU, tetapi juga seluruh mitra kerja di area operasional.
“Capaian kinerja K3 ini merupakan hasil kolaborasi, disiplin, dan komitmen bersama,” kata Kepala Teknik Tambang (KTT) PT MHU, Aris Subagyo pada Senin (2/2/2026).
Pernyataan ini disampaikannya ‘Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026’ dengan tema Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.
“Melalui Bulan K3 Nasional 2026, kami ingin memperkuat kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan andal,” ujarnya.
Presiden Direktur (Presdir) PT MHU, Kemal Djamil Siregar menambahkan penguatan K3 menjadi bagian integral dari tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
“Kami terus mendorong pendekatan K3 yang profesional dan terukur, dengan memastikan sistem, prosedur, dan kompetensi insan kerja berjalan selaras. Keselamatan adalah prasyarat utama bagi keandalan operasi dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan,” tuturnya.
MHU mengintegrasikan aspek K3 ke dalam pengambilan keputusan operasional, penerapan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Pendekatan ini menempatkan keselamatan kerja sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari produktivitas dan daya saing perusahaan.
Komitmennya terlihat dari kinerja keselamatan kerja dalam dua tahun terakhir yakni periode 2024 hingga 2025 memperoleh Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) sebesar nol (0) bagi karyawan dan kontraktor.
Dari sisi fatalitas, perusahaan juga meraih nol fatalitas pada 2024 dan 2025 bagi karyawan dan kontraktor kembali mencatat nol Lost Time Injury (LTI).
Sementara itu Bulan K3 Nasional 2026 yang diperingati MHU melalui rangkaian kegiatan terintegrasi yang melibatkan manajemen, karyawan, kontraktor, dan mitra kerja di area operasional.
Kegiatan ini meliputi kampanye keselamatan kerja, penguatan budaya safety leadership, pelatihan dan simulasi K3, lomba inovasi keselamatan, dan evaluasi berkelanjutan terhadap sistem manajemen K3.
Seluruh rangkaian acara Bulan K3 Nasional 2026 dirancang untuk memperkuat pemahaman K3 bukan sekadar kewajiban kepatuhan, tapi investasi jangka panjang bagi keberlangsungan usaha.
MHU merupakan perusahaan pertambangan batubara yang beroperasi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak 1987.
Perusahaan menjalankan kegiatan eksplorasi dan operasi produksi batubara berdasarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebagai kelanjutan dari Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi Pertama.
MHU berada dalam grup usaha MMS Group Indonesia (MMSGI) memiliki bisnis terdiversifikasi di sektor batu bara, perhotelan, pengembangan ekosistem nikel, dan digital. (adm)
Sumber: kompas.com