Jakarta, isafetymagazine.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjamin integrasi data dan informasi cuaca berjalan optimal dalam mendukung keselamatan penerbangan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau kesiapan posko selama periode padat lalu lintas udara akhir tahun,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.
Pernyataan ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Posko Utama Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada Senin (29/12/2025).
Dalam peninjauan di Posko Utama, Teuku Faisal Fathani melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan utama di lingkungan bandara.
Hadir dalam pertemuan ini Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama Soekarno-Hatta Putu Eka Cahyadhi dan General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi.
Selanjutnya, Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari, serta General Manager Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) Cabang Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), Muji Soebagyo.
Pada kesempatan ini dibahas mekanisme pemanfaatan data BMKG dalam briefing operasional Airport Operation Control Center (AOCC) secara rinci.
BMKG menyediakan prakiraan cuaca hingga 24 jam ke depan sebagai dasar perencanaan operasional bandara secara rutin.
Informasi kondisi cuaca untuk kegiatan lepas landas dan pendaratan pesawat diperbarui setiap 30 menit.
Apabila terdeteksi potensi perubahan cuaca signifikan dalam kurun waktu dua jam ke depan, BMKG akan segera menerbitkan Special Report.
Melalui Special Report tersebut, AOCC bersama Angkasa Pura dan AirNav Indonesia dapat segera mengambil langkah antisipasi dan mitigasi guna menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.
Untuk mendukung akurasi data, BMKG telah menempatkan Automatic Weather Observing System (AWOS) Kategori 3 di setiap landas pacu Bandara Soekarno-Hatta.
Data dari peralatan tersebut diolah dan disampaikan dalam bentuk informasi penerbangan lengkap (METAR) yang mencakup kondisi cuaca di bandara asal, bandara tujuan, hingga sepanjang rute penerbangan.
“Informasi ini menjadi dasar penting bagi pilot, AirNav, dan maskapai untuk menentukan keputusan go or no go dalam setiap penerbangan,” ucap Teuku Faisal Fathani
Teuku Faisal Fathani juga menyoroti kesiapan antisipasi cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta, khususnya menjelang malam pergantian tahun.
Langkah ini memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi cuaca dan iklim yang akurat.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan pemeriksaan peralatan operasional utama di Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta.
Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh instrumen berfungsi optimal dalam menyediakan data dan informasi cuaca yang akurat, andal, dan berkesinambungan.
Teuku Faisal Fathani mengutarakan peran BMKG tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi cuaca dan peringatan dini, tetapi juga sebagai institusi pendukung pembangunan lintas sektor di Indonesia.
“Tugas utama BMKG bukan hanya info cuaca, peringatan dini cuaca ekstrem, dan peringatan dini gempa tsunami, tetapi juga mendukung pembangunan semua sektor di Indonesia,” ujarnya.
Data dan informasi BMKG menjadi fondasi bagi berbagai sektor strategis, mulai dari keselamatan transportasi, dukungan swasembada pangan.
Langkah ini dilakukan melalui penentuan musim tanam, hingga penguatan ketahanan air nasional dengan memastikan ketersediaan debit air di 225 bendungan di seluruh Indonesia.
BMKG juga menyediakan proyeksi iklim hingga 30 tahun ke depan untuk memetakan perubahan wilayah basah dan kering sebagai dasar perencanaan pembangunan jangka panjang.
Dengan penguatan sistem observasi, integrasi data, serta kolaborasi lintas sektor, BMKG berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan informasi yang akurat dan tepat waktu guna mendukung keselamatan publik dan pembangunan nasional secara berkelanjutan. (adm)
Sumber: BMKG