Jakarta, isafetymagazine.com – Bank Negara Indonesia (BNI) menyelenggarakan Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang di Banyuwangi, Jawa Timur sampai akhir 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya pemulihan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Programnya merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BNI pada pilar keberlanjutan, khususnya aspek Inclusion and Resilience.
Fokus utama kegiatan ini adalah kawasan pesisir yang mengalami penurunan tutupan mangrove akibat abrasi pantai, alih fungsi lahan, dan aktivitas penebangan liar yang berdampak pada keseimbangan ekosistem.
Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang dijalankan oleh BNI sejak Agustus 2024. Kegiatan ini mencakup pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan mangrove secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama di lapangan.
Corporate Secretary PT BNI (Persero) Tbk, Okki Rushartomo mengatakan program ini tidak hanya menitikberatkan pada pemulihan lingkungan, tetapi juga pada penciptaan pengaruh jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
“BNI berkomitmen menjalankan program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir,” katanya.
Pendekatan yang digunakan dalam Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang mengusung konsep Creating Shared Value.
Konsep ini menekankan penciptaan nilai bersama antara korporasi, masyarakat, dan lingkungan. Jadi, manfaatnya yang dihasilkan tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan.
Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas Baret dan partisipasi aktif perempuan dan pemuda pesisir.
Keterlibatan masyarakat lokal dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan kawasan mangrove yang direstorasi.
Dari sisi lingkungan, regenerasi mangrove di Teluk Pangpang memberikan pengaruh mengurangi abrasi pantai dan meningkatkan kualitas perairan.
Ekosistem mangrove yang pulih juga kembali menjadi habitat berbagai biota pesisir, seperti kepiting soka, ikan lemuru, serta burung migrasi.
Mangrove dikenal sebagai penyerap karbon yang efektif dan berfungsi sebagai pelindung alami garis pantai.
Jadi, program ini turut berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional.
Program rehabilitasi ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 13 tentang aksi iklim, SDG 14 mengenai ekosistem laut, dan SDG 15 berfokus pada ekosistem darat.
Keselarasan tersebut memperkuat peran BNI dalam mendukung target keberlanjutan global.
BNI mengintegrasikan penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui tiga intervensi utama, sehingga tidak hanya berfokus pada aspek ekologis.
Intervensi ini meliputi pengembangan kawasan eduwisata mangrove, penguatan unit pembibitan mangrove sebagai sumber pendapatan baru, dan revitalisasi infrastruktur pendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Pengembangan eduwisata mangrove diharapkan dapat membuka peluang usaha berbasis konservasi.
Kawasan ini dirancang sebagai sarana edukasi lingkungan yang mampu menarik kunjungan wisata sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya ekosistem mangrove.
Untuk mendukung keberlanjutan program, BNI juga menyelenggarakan berbagai pelatihan dan lokakarya bagi masyarakat setempat. Materi ini diberikan mencakup teknik pembibitan dan perawatan mangrove, konservasi berbasis masyarakat, hingga pengelolaan wisata edukatif.
Upaya peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu memperkuat kohesi sosial dan menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap kawasan mangrove.
Jadi, hasil rehabilitasi dapat terjaga dalam jangka panjang tanpa ketergantungan penuh pada pihak eksternal.
“Melalui rehabilitasi mangrove ini, BNI ingin memastikan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat, sehingga tercipta manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujarnya.
BNI menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan praktik keberlanjutan yang berdampak nyata pada masa depan.
Program ini merupakan salah satu wujud peran aktif BNI dalam menjaga ketahanan ekosistem pesisir sekaligus mendorong pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
BNI optimistis program ini dapat menjadi model pelestarian lingkungan yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan berorientasi jangka panjang,
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan pesisir, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di sekitarnya. (adm)
Sumber: Bloombergtechnoz