Bogor, isafetymagazine.com – Wijaya Karya (WIKA) mengembangkan WIKA Agrivillage berbasis agroedukasi berkelanjutan di Situ Jejed, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).
Kegiatan ini berupa penanaman 6.600 pohon di berbagai wilayah.
“WIKA Agrivillage kami rancang sebagai ruang pembelajaran terbuka yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Direktur Utama (Dirut) PT WIKA (Persero) Tbk, Agung Budi Warsito.
Pernyataan ini disampaikannya dalam Seremonial Penanaman Pohon’ yang berlangsung di Proyek Jalan Tol IKN 3B Seksi 2, Kalimantan Timur (Kaltim) belum lama ini.
Kawasannya dirancang sebagai ruang publik berbasis alam yang mengintegrasikan fungsi edukasi, rekreasi keluarga, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
WIKA Agrivillage mengusung Agro–Edu–Recreation Sphere dengan pendekatan ramah lingkungan yang meminimalkan penggunaan beton, mengoptimalkan vegetasi dan potensi lokal.
Program ini selaras dengan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Hal lainnya mendukung Asta Cita Pemerintah dalam pembangunan manusia unggul, penguatan ekonomi kerakyatan, dan pelestarian lingkungan hidup.
WIKA Agrivillage merupakan bagian dari memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.
Kemudian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur (BKSDA Kaltim) dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur.
Berikutnya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, serta jajaran manajemen proyek IKN.
Sebanyak 6.600 pohon ditanam terdiri dari 4.000 pohon di Kalimantan.
Lalu, 2.000 pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun dan 600 pohon di kawasan Agrivillage binaan WIKA.
Sebagian besar pohon yang ditanam merupakan pohon produktif dan penyerap karbon sebagai bentuk kontribusi terhadap pengurangan emisi dan pemulihan fungsi ekologis lahan.
WIKA Agrivillage merupakan implementasi TJSL yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 15 (Ekosistem Daratan).
Rangkaian TJSL HUT WIKA ke-66 menjadi bukti perusahaan ini tidak hanya membangun infrastruktur.
Namun, WIKA juga membangun harapan, keberlanjutan, dan nilai tambah bagi masyarakat.
Dengan kolaborasi multipihak dan program yang terukur, WIKA terus memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan yang berkontribusi terhadap Indonesia yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Aksi ini juga menjadi simbol komitmen WIKA dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara yang selaras antara konektivitas infrastruktur dan kelestarian lingkungan.
Pada sisi lain juga digelar bakti sosial operasi bibir sumbing bagi 66 anak dari keluarga pra-sejahtera.
Hal ini berkolaborasi dengan berbagai mitra seperti RSPAU Dr. S. Hardjolukito dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Programnya tidak sekadar tindakan medis, tetapi merupakan investasi masa depan bagi anak-anak Indonesia.
Dengan senyum baru dan harapan yang tumbuh, WIKA berupaya membuka peluang yang lebih luas bagi mereka untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).
Hal lainnya mempertegas komitmen Perseroan dalam menciptakan creating shared value melalui pendekatan ESG yang terintegrasi. (adm)