Regional News

Lesson Learned Ledakan Beirut

Polri Awasi 5 Produsen & 861 Gudang Bahan Peledak

JAKARTA, ISafetymagazine.com – Ledakan yang terjadi di pelabuhan Beirut, Lebanon, yang disinyalir kuat bersumber dari 2,75 juta kilogram ammonium nitrat (NH4NO3) pada Selasa (4/8/2020), menjadi pelajaran berharga (lesson learned) bagi semua negara di dunia. Apalagi peristiwa serupa pernah terjadi di pelabuhan Tianjin, China, Agustus 2015.

Pengawasan terhadap pabrik-pabrik, distributor, dan gudang-gudang penyimpanan zat kimia yang acap digunakan sebagai bahan peledak di sejumlah industri migas & pertambangan itu kini dilakukan di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Lesson Learned Ledakan Beirut

Berselang dua hari setelah ledakan Beirut terjadi, Mabes Polri melalui Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel, menerbitkan Surat Telegram Kabaintelkam dengan nomor STR/1459/VIII/LOG.7.6.1./2020 pada 6 Agustus 2020.

Dalam surat yang ditujukan kepada Kapolda dan Direktur Intelkam Polda di seluruh Indonesia itu. Polri meminta seluruh jajarannya melakukan pengecekan dan pemeriksaan berkala terhadap sejumlah lokasi gudang tempat penyimpanan bahan peledak berjenis amonium nitrat.

“Surat telegram ini bersifat petunjuk dan arahan untuk dilaksanakan dan laporkan hasil perkembangannya,” kata Rycko sebagaimana dilansir kantor berita Antara, Sabtu (8/8/2020).

Dalam telegram itu, Rycko meminta seluruh Kapolda melaksanakan sejumlah langkah pencegahan.

Mulai dari pengecekan sistem pengamanan fasilitas, prosedur keselamatan pertama, sistem pengamanan proses, rencana tanggap darurat, serta pengamanan fisik satuan pengamanan (satpam) dan Polri.

Rycko juga meminta seluruh Polda meningkatkan kewaspadaan pengamanan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan produksi dan distribusi bahan peledak komersial.  Termasuk meningkatkan pengamanan dan melakukan pengecekan berkala terhadap jumlah stok opname dan sisa bahan peledak.

Mantan Kapolda Jateng ini juga meminta jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan para produsen, importir, distributor, dan pengguna akhir (end user) untuk mematuhi dan melaksanakan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Sebab sejauh ini di Indonesia ada lima produsen bahan peledak yang memroduksi jenis amonium nitrat dan amonium nitrat fuel oil (ANFO).

Bahan jenis itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan baik dalam negeri maupun untuk kebutuhan ekspor.

Dalam daftar Intelkam Polri, saat ini terdapat 36 gudang bahan peledak milik importir dan 825 gudang bahan peledak milik pengguna akhir yang dimanfaatkan untuk kegiatan tambang, migas, dan non-tambang. (*)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 9 =


Back to top button