Regional NewsTravel

Mobil Travel ‘Maut’ Dipastikan Tak Laik Jalan & Ilegal

CIREBON, Isafetymagazine.com  – Tabrakan maut antara mobil travel Isuzu bernomor polisi D 7013 AN dan minibus Toyota Rush bernomor polisi B 2918 PKL yang menewaskan 8 orang di Km 184.300 Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pada Senin (10/8/2020) sekira pukul 03.30 WIB, tak semata dipicu oleh sopir mobil travel yang mengantuk.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Agen Pemegang Merek (APM), kondisi mobil travel maut itu tak laik jalan.

“Petugas Dishub menemukan rembesan (kebocoran) pada master rem di elf (mobil travel). Ini sebelum kejadian ya, buka setelah kejadian. Karena ada rembesan di master rem, tentunya jelas memengaruhi sistem pengereman kendaraan,” kata Kanit Laka Lantas Polresta Cirebon AKP Didi Wahyudi kepada awak media, Kamis (13/8/2020).

Tak hanya itu, AKP Didi mengungkapkan bahwa mobil travel tersebut tak mengantongi izin trayek alias illegal. “Kendaraan elf tak memiliki izin trayek, atau tak memiliki izin resmi untuk mengangkut penumpang,” sambung AKP Didi.

Mobil travel ilegal
Bahaya mobil travel yang ilegal

Dari hasil pemeriksaan, travel illegal tersebut sudah beroperasi selama satu tahun. Pihaknya masih mendalami keterlibatan bos travel dalam kasus tersebut.

Begitu pula dengan KIR. Menurut Didi, masa aktif KIR kendaraan tersebut sudah habis dan tidak dilakukan perpanjangan. “Sesuai dengan hasil pemeriksaan yang kami terima, bisa disimpulkan bahwa kendaraan tersebut tidak laik jalan,” kata Didi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan bahwa dalam kasus tabrakan maut ini, pihak kepolisian sudah menetapkan pengemudi dan pemilik travel sebagai tersangka.

Pengemudi dijerat Pasal 310 sedangkan pemilik travel dikenakan Pasal 315 UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Menurut Erlangga, berdasarkan hasil pemeriksaan, travel tersebut diketahui milik perorangan. Pemilik punya lima unit armada travel.

“Tiga unit sudah pelat kuning atau sudah memiliki trayek dan dua unit masih pelat hitam atau belum punya izin trayek,” kata dia. Dan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan maut tersebut masih berplat hitam, D 7013 AN.

Tabrakan maut di KM 184.300 Tol Cipali itu bermula ketika mobil travel Isuzu D 7013 AN yang tengah mengangkut 14 penumpang (di luar pengemudi dan kernet) melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Tiba di KM 184.300, mobil travel oleng ke kanan dan masuk ke jalur arah berlawanan.

Pada saat bersamaan, mobil minibus Toyota Rush B 2918 PKL melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Tabrakan tak bisa dihindarkan.

Baca juga suspension tower sutet roboh, 4 pekerja tewas terjatuh dari ketinggian 30 meter!

Akibatnya, 8 penumpang mobil travel meninggal dunia dan 8 lainnya menderita luka. Sementara 8 penumpang mobil Toyota Rush, juga mengalami cedera. Para korban  dilarikan ke RS Mitra Plumbon.

Hasil penyelidikan saat itu, tabrakan maut ini terjadi lantaran pengemudi mobil travel mengantuk (unsafe act). Namun belakangan terungkap fakta bahwa kecelakaan ini juga dipicu kondisi kendaraan yang tak laik jalan (unsafe condition). (Lutfi Syawal)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 5 =


Back to top button