World News

Pentingnya Keselamatan Pelabuhan

2.750 Ton Amonium Nitrat Meledak di Beirut Lebanon, Lebih 100 Tewas

BEIRUT, ISafetymagazine.com – Keselamatan pelabuhan menjadi isu penting beberapa hari ini. Pasalnya, ledakan dahsyat mengguncang Kota Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020) petang waktu setempat.  Kantor berita AFP melaporkan, ledakan tersebut mengakibatkan lebih dari 100 orang tewas dan 4.000 orang mengalami luka.

Ledakan yang berlokasi di kawasan pelabuhan (Port of Beirut) itu mengguncang kota, menghancurkan banyak bangunan dan menebar kepanikan bagi para warga setempat.

Kepulan asap berwarna oranye membubung ke langit membentuk cendawan, setelah ledakan kedua terjadi!

Gubernur Beirut Marwan Abboud melukiskan ledakan yang terjadi di kotanya bak peristiwa bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di kota Hiroshima dan Nagasaki Perang Dunia II, Agustus 1945.

“Peristiwa ini mirip dengan apa yang terjadi di Jepang, di Hiroshima dan Nagasaki. Dalam hidup saya, saya belum pernah melihat kehancuran dengan skala besar seperti ini. Ini adalah bencana nasional,” kata Abboud sebagaimana dikutip CNN.

Hingga berita ini ditulis Rabu (5/8/2020) malam, asal ledakan masih simpang siur. Otoritas Lebanon menyebut, ledakan berasal dari ammonium nitrat (NH4NO3) seberat 2.750 ton yang tersimpan di gudang-gudang di Pelabuhan Beirut.

Dugaan ini datang dari PM Lebanon Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 ton amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjadi penyebab ledakan dahsyat tersebut.  

Pupuk itu, kata Diab, disimpan selama bertahun-tahun dalam gudang di tepi laut. “Tidak dapat diterima ada 2.750 amonium nitrat disimpan di gudang selama enam tahun, tanpa adanya langkah pengamanan sehingga membahayakan keselamatan warga,” kata Diab sebagaimana dikutip AFP, Selasa (4/8/2020).

“Saya tidak akan beristirahat sampai kita menemukan orang-orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, meminta pertanggungjawaban mereka, dan menjatuhkan hukuman maksimum,” sambung Diab.

Namun sinyal itu diragukan Robert Baer. Mantan agen CIA yang bekerja sebagai intelijen AS di Lebanon selama bertahun-tahun itu mengatakan, ledakan tersebut berasal dari senjata militer.

Dugaan Baer didasarkan atas bola api bak cendawan berwarna oranye yang muncul.  “Itu jelas bukan pupuk ammonium nitrat. Saya yakin itu. Itu jelas peledak militer,” kata Baer sebagaimana dikutip CNN, Rabu (5/8/2020).

Keselamatan Pelabuhan

Terlepas dari apa penyebabnya yang hingga kini masih diselidiki aparat berwenang di Beirut, peristiwa ini mirip dengan ledakan yang terjadi di Pelabuhan Tianjin, China, pada 12 Agustus 2015.

Ledakan Tianjin yang menewaskan 139 orang dan melukai ribuan orang itu juga terjadi dua kali dan menimbulkan bola api sangat besar seperti cendawan berwarna kuning. Di Tianjin ledakan yang terjadi berlangsung selama empat hari berturut-turut, hingga 15 Agustus 2015. 

baca juga: Reportase diskusi: kepemimpinan menurut ahli K3 kelas dunia!

Hasil penyelidikan menyimpulkan kobaran api disertai ledakan di Pelabuhan Tianjin berasal dari berton-ton bahan kimia milik Ruihai International Logistics yang disimpan di sejumlah gudang di pelabuhan tersebut. 

Kedua peristiwa di atas tentu menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa aspek keselamatan pelabuhan penting untuk ditingkatkan. (Lutfi Syawal)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 3 =


Back to top button