Regional News

Positivity Rate Covid-19 Jakarta Lampaui Standar WHO

JAKARTA, ISafetymagazine.com/Positivity Rate Covid-19 Jakarta – Pemberlakuan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa Transisi di Provinsi DKI Jakarta guna menggenjot pertumbuhan ekonomi pada 5 Juni 2020, justru berbuah simalakama bagi penyebaran virus corona jilid 2 (SARS-CoV-2), penyebab Covid-19.

Pertambahan kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi di masa PSBB Transisi, cenderung melaju signifikan. Pada 5 Juni 2020 ketika PSBB Transisi diberlakukan, berdasarkan data Kemenkes RI, jumlah kasus positif di DKI Jakarta tercatat 7.766.

Description: Melebihi Batas WHO, Positivity Rate Covid-19 di Indonesia
Grafik Positive Rate Covid-19 di Indonesia berdasarkan laporan WHO Juli 2020

Sebulan kemudian, 5 Juli 2020, jumlahnya meningkat menjadi 12.435 kasus. Dan meningkat menjadi 23.026 kasus pada 5 Agustus 2020. 

Dalam rentang 60 hari atau selama masa PSBB Transisi diberlakukan, terjadi peningkatan 15.260 kasus baru Covid-19 di Jakarta. Dan, perkantoran menjadi salah satu klaster penyebaran baru Covid-19.

Peningkatan jumlah kasus baru tersebut seiring dengan semakin gencarnya tes (rapid test) yang dilakukan. Hanya saja, angka positivity rate (rasio jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 berbanding total pemeriksaan/tes dalam satu minggu) di Jakarta lebih tinggi dari angka yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Positive rate covid-19 Jakarta

Hal ini diakui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (5/8/2020). “Selama sepekan ini, angka positive rate di DKI Jakarta 7,8 persen. Artinya memang masih lebih tinggi dari pada angka yang ditetapkan WHO,” kata Widyastuti.

Menurut Widya, WHO berharap positivity rate kurang dari angka lima persen dalam satu pekan. Meski demikian, secara akumulasi angka positivity rate DKI Jakarta sejak Maret 2020 berada di angka 5,5 persen.

Positivity Rate Covid-19 dan Kepatuhan Warga Jakarta

Sebelumnya, Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, DKI Jakarta harus memperbaiki kepatuhan warganya terhadap protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Sebab, dalam dua pekan terakhir, positivity rate covid-19 DKI Jakarta melebihi standar yang ditetapkan WHO.

“Di dua pekan terakhir ternyata angkanya sudah mulai di atas 5 persen. Ini sudah mulai alarming. Harus ada yang ditingkatkan oleh masyarakat di Jakarta agar protokol kesehatan lebih dipatuhi kembali,” ujar Dewi dalam talkshow yang digelar secara daring oleh Satgas Covid-19, Rabu (29/7/2020) lalu.

Positivity rate yang ditetapkan WHO adalah di bawah lima persen. Padahal, pada pekan-pekan sebelumnya, positivity rate covid-19 DKI Jakarta terus berada di bawah lima persen, antara lain 4,4 persen, 4,07 persen dan 3,07 persen Menurut dia, kondisi ini harus menjadikan evaluasi semua pihak.

Terlebih, capaian angka ini terjadi saat masa PSBB transisi. “Ini evaluasi. Sepertinya ada lagi yang harus kita perbaiki. Kami kembali ingatkan masyarakat agar tetap patuh menerapkan disiplin protokol kesehatan,” kata Dewi. 

Kendati demikian, sambung Dewi, jumlah pemeriksaan Covid-19 di DKI Jakarta telah melampaui target yang ditetapkan WHO.  Standar WHO adalah 1.000 pemeriksaan per 1 juta penduduk dalam waktu sepekan.

Baca juga: resilience kunci menghadapi pandemi covid-19

“Kalau di Jakarta kita ambil angka bulat, maka satu minggu dilakukan pemeriksaan 10.000. Angkanya Jakarta ternyata per 4-10 Juni sudah 21.000 per minggu. Sudah melebih dua kali ekspektasi WHO.”

Jumlah pemeriksaan itu bertambah menjadi 27.000. Lalu, dua pekan terakhir meningkat sampai 40.000 pemeriksaan dalam sepekan. (Lutfi Syawal)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 8 =


Back to top button