Praktik ESG Perusahaan, Barito Pacific Transformasi Bisnis Kayu ke Berkelanjutan

Beberapa kasus perusahaan melakukan penghapusan bahan tertentu lebih awal

Jakarta, isafetymagazine.com – Barito Pacific menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi transformasi bisnis untuk memenuhi standar investor dan konsumen global.

Langkah ini dilakukan dengan perubahan portofolio bisnis kayu ke sektor industri yang dinilai lebih berkelanjutan secara jangka panjang.

“Transformasi ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan bisnis,” kata Head Corporate Communication PT Barito Pacific Tbk, Angelin Sumendap.

Pernyataan ini disampaikannya dalam ‘Malam Anugerah Indeks Integritas Bisnis Lestari’ (INSTAR) 2025 di Jakarta pada Jumat (12/12/2025) malam.

Di sektor petrokimia diterapkan prinsip ESG terutama pada keselamatan produk dan kepatuhan terhadap standar global. Produk ini digunakan sebagai bahan baku kemasan seperti kemasan makanan.

Angelin Sumendap mengemukakan perusahaan menerapkan standar internasional dalam memastikan produk yang dihasilkan dan digunakan secara aman terutama untuk kemasan pangan.

Sebelumnya, sejumlah bahan aditif dan kimia tertentu digunakan secara luas yang telah diganti penggunaannya sesuai regulasi dan standar keamanan global.

‎“Karena produk-produk yang dipakai merupakan produk makanan, jadi kami mengacu pada standar Uni Eropa karena pasar dan konsumen global menuntut tingkat keamanan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Beberapa kasus perusahaan melakukan penghapusan bahan tertentu lebih awal, bahkan sebelum diwajibkan regulator di dalam negeri.

Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan pasar global dan memastikan keberlanjutan jangka panjang bisnis perseroan.

Penerapan prinsip ESG ini, tidak hanya ditujukan untuk memenuhi ekspektasi investor internasional.

Namun, ini juga sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab dan adaptif terhadap perubahan standar global.

Sementara itu sebanyak 15 perusahaan telah mengikuti verifikasi gelombang pertama Malam Anugerah INSTAR 2025 sejak September 2025.

Lima perusahaan tercatat meraih lencana verified INSTAR 2025, sedangkan 10 perusahaan, mendapatkan lencana committed.

Beberapa perusahaan masih mengikuti proses verifikasi gelombang kedua, yang akan berlangsung hingga Maret 2026.

Tempo Data Science membuka gelombang kedua ini untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan agar lebih memahami dampak dan manfaat INSTAR 2025.

PT Barito Pacific Tbk dan PT Barito Renewables Energy Tbk juga mengambil kesempatan itu untuk meningkatkan penilaian.

“Sebelumnya waktunya mepet ya, ada beberapa administrasi yang belum sempat kegarap makanya kami ambil penilaian sampai Maret 2026,” ucapnya.

Barito Pasific, ujar Angelin Sumendap, tidak memperoleh penghargaan, namun tetap akan berkomitmen dengan ESG.

Apalagi, perusahaan ini juga sudah sejak lama bergabung dengan UN Global Compact.

“Jadi untuk komitmen, kita tidak merasa ini sesuatu yang berbeda. Tetapi, tentu saja jika ke depan mendapatkan verified ya, berterima kasih sekali dengan Tempo.”

Sumber: Tempo

Exit mobile version