Perusahaan Tidak Penuhi Standar Keselamatan Kerja, Pemprov DKI Jakarta Kenakan Sanksi Administratif

Penguatan budaya K3 juga dianggap penting di Jakarta, seiring dengan visi Jakarta sebagai kota global menjelang peringatan lima abad.

Jakarta, isafetymagazine.com – Gubernur Daerah Khusus Indonesia (DKI) Jakarta, Pramono Anung mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) ini akan memberikan sanksi administratif bagi perusahaan atau pengelola gedung yang tidak memenuhi standar keselamatan kerja dan keselamatan bangunan.

Langkah ini dilakukan pasca insiden kebakaran Gedung Terra Drone pada 9 Desember 2025 yang menewaskan 22 orang karyawan dan melukai puluhan orang lainnya. Standar Operating Procedure (SOP) keselamatan yang dilanggar menjadi penyebab utama peristiwa tersebut.

“Sekarang ini memang sudah ada beberapa perusahaan yang kami minta untuk melakukan perbaikan dan an juga ada yang sudah kami berikan teguran secara tertulis untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Peryataan ini disampaikannya saat memimpin ‘Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026’ di Jakarta pada Senin (9/2/2026).

Pemprov DKI Jakarta fokus pada dua aspek utama terkait pengawasan gedung yakni pertama, kesiapan gedung dalam menjamin keselamatan para pekerja. Kedua, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, khususnya penggunaan air tanah.

“Dua hal yang kami lakukan berkaitan dengan gedung-gedung di Jakarta, pertama adalah kesiapan menghadapi keselamatan para pekerjanya. Kemudian, kami keluarkan Pergub untuk itu. Yang kedua yang kemarin baru kita launching bersama dengan Kedutaan Besar Inggris, yaitu berkaitan dengan pemakaian air tanah,” ujarnya.

Pramono Anung meneruskan penggunaan air tanah juga menjadi perhatian serius Pemprov DKI Jakarta. Sebab, ini berpotensi menyebabkan penurunan muka tanah dan meningkatkan risiko banjir di Jakarta.

“Air tanah di Jakarta juga menjadi hal yang harus diperhatikan supaya kemudian tidak terjadi penurunan permukaan air tanah yang berisiko pada banjir,” ucapnya.

Penguatan budaya K3 juga dianggap penting di Jakarta, seiring dengan visi Jakarta sebagai kota global menjelang peringatan lima abad.

“Jakarta sebagai kota global dan juga pekerjanya cukup banyak, budaya keselamatan kerja menjadi hal yang utama di DKI Jakarta,” tuturnya. (adm)

Sumber: kumparan.com

 

Exit mobile version