Keselamatan

4 Pekerja PLTU Sukabangun Alami Kecelakaan Kerja, 2 Karyawan Tewas dan Sisanya Masih Jalani Perawatan

Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ketapang masih di lapangan untuk melakukan penyelidikan secara rinci.

Ketapang, isafetymagazine.com – Kepolisian Resor (Polres) Ketapang masih menyelidiki kematian pekerja akibat kecelakaan kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Kecelakaan kerja ini diduga lantaran kelalaian atau pelanggaran prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Sampai saat ini pihak Polres Ketapang masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab kecelakaan kerja tersebut,” kata Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris pada Kamis (22/1/2026).

Pertolongan pertama sudah dilakukan setelah kecelakaan kerja dilakukan Polres Ketapang dan Tim Search and Rescue (SAR) yang bertugas segera mengevakuasi para korban.

Berdasarkan laporan dari lokasi kejadian, korban terakhir dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit (RS) sekitar pukul 22.27 WIB. Korban terakhir dibawa menggunakan mobil ambulans sekitar jam 22.27 malam.

“Sementara pihak Polres bersama perwakilan SAR Kabupaten Ketapang, tadi malam sudah membantu proses evakuasi korban untuk keluar dari lokasi kejadian. Setelah itu dibawa ke RSUD dr. Agoesdjam untuk diperiksa lanjut,” ujarnya.

Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ketapang masih di lapangan untuk melakukan penyelidikan secara rinci.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan kerja terjadi pada Rabu (21/1/2026) malam berawal saat karyawan perusahaan pihak ketiga yang bertugas sebagai tenaga kebersihan di area cerobong PLTU Sukabangun melaksanakan kerjaannya.

Empat pekerja sedang membersihkan debu di corong blower dan debu tersebut merupakan sisa pembakaran batu bara. Sekitar 30 menit setelah pekerjaan dimulai pegangan yang dilas pada dinding plat cerobong diduga runtuh secara tiba-tiba.

Runtuhnya pegangan tersebut menyebabkan keempat pekerja terjatuh dari ketinggian sekitar 50 meter. Suara benturan keras disertai getaran kuat sempat mengundang perhatian rekan kerja di sekitar lokasi, yang kemudian memberikan pertolongan awal.

Empat orang yang terjatuh tertimbun debu bekas pembakaran batu bara terdiri dari dua dinyatakan meninggal yakni berinisial J (35) dan R (32).

Kemudian, dua dirawat di rumah sakit yaitu A (38) dan H (30) hingga malam tadi masih menjalani penanganan medis.

“Yang dibawa ke IGD (laporan pukul 21.00 WIB) ada tiga orang. Dua masih dirawat, satu meninggal dunia dan saat ini sudah berada di kamar jenazah,” kata Plt Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, dr. Feria Kowira, Rabu malam. (adm)

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button