Health

81 Kematian Dialami Malaysia Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia, Dzulkefly Ahmad mengemukakan movement control order/MCO (pembatasan pergerakan) belum diterapkan negara tersebut.

Kualalumpur, isafetymagazine.com – The Star memberitakan Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan (MAIK) berharap pemakaian masker dilakukan kalangan Muslim di dalam masjid dan surau. Tindakan ini gun mengurangi serangan Covid-19.

Kasus Covid-19 di Malaysia melonjak. Warga pun diimbau memperketat protokol kesehatan termasuk penggunaan masker di masjid dan surau.

“Kalau melihat statistik Kementerian Kesehatan, ada peningkatan [kasus], meski situasi terkendali,” kata Ketua MAIK Tengku Tan Sri Mohamad Rizam Tengku Abdul Aziz.

Malaysia mengalami 20.969 kasus Covid-19 sepanjang 10 Desember 2023 sampai 16 September 2023 atau naik 62,2% dibandingkan sepekan lalu.

Namun, Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia, Dzulkefly Ahmad mengemukakan movement control order/MCO (pembatasan pergerakan) belum diterapkan negara tersebut.

“Negara melihat peningkatan kasus Covid-19 dan kami berharap bisa memanajemen tanpa perlu menerapkan pembatasan pergerakan, seperti penerapan MCO saat awal pandemi,” ujarnya.

Apalagi, sebanyak 97% Covid-19 di Malaysia masih tergolong gejala ringan, sehingga ini tidak perlu dilakukan rawat inap. Sisanya atau sebanyak 151 kasus membutuhkan perawatan intensif di ICU terbagi atas 97 pasien menggunakan alat bantu pernapasan.

Walaupun demikian, sebanyak 28 kematian akibat Covid-19 telah dialami Malaysia yang merupakan pasien lansia dan komorbid.

Malaysia sudah menyiapkan layanan rawat inap guna mengatasi lonjakan Covid-19 seperti staf, suplai dan perlengkapan untuk mendukung layanan.

Warga dianjurkan melakukan tes Covid-19 jika merasakan gejala-gejala Covid-19. Selain itu menggunakan masker di tempat ramai dan penerapan pola hidup bersih. (adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button