Wonosobo, isafetymagazine.com – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melakukan patroli pemantauan dan pengamanan aktivitas wisata pendakian. Langkah ini guna memastikan keselamatan para pendaki di kawasan Gunung Bismo.
Jalur pendakian Gunung Bismo via Sikunang menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi, meskipun kondisi cuaca hujan dan angin masih kerap menyelimuti kawasan pegunungan.
Kegiatan pemantauan dilaksanakan di jalur pendakian Gunung Bismo via Sikunang yang berada di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dieng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo.
Perhutani bersinergi bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta pengelola basecamp pendakian.
Fokus pemantauan diarahkan pada kepadatan pengunjung, kesiapan perlengkapan pendaki, serta kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan peningkatan jumlah pendaki di awal tahun perlu diimbangi dengan pengawasan yang lebih intensif.
“Kehadiran Perhutani di lapangan tidak membatasi aktivitas pendakian, tapi memastikan kegiatan wisata alam berjalan aman dan tertib. Gunung Bismo memiliki daya tarik yang tinggi, terutama pada masa libur awal tahun,” katanya.
Namun, kondisi cuaca hujan dan angin menjadi risiko yang harus diantisipasi bersama. Perhutani berupaya memastikan para pendaki merasa aman dan tetap mematuhi aturan keselamatan, ujarnya.
Petugas memberikan imbauan langsung kepada para pendaki agar selalu memperhatikan kondisi fisik, membawa perlengkapan standar pendakian, dan tidak memaksakan diri apabila kondisi cuaca memburuk.
Pendaki juga diingatkan untuk menjaga kebersihan serta kelestarian hutan selama beraktivitas di kawasan pendakian.
Ketua LMDH Sisinga Desa Sikunang, Giyanto, menambahkan keterlibatan masyarakat desa hutan dalam kegiatan pemantauan merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan hutan sekaligus keselamatan para pengunjung.
“Kami ikut mendampingi karena hutan ini bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga ruang wisata yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Pengelola basecamp jalur pendakian Sikunang, Ibnu mengutarakan pada awal tahun menjadi periode dengan aktivitas pendakian dan berkemah yang padat di Gunung Bismo.
Banyak pendaki datang untuk menikmati suasana alam meskipun kondisi cuaca belum sepenuhnya bersahabat.
“Kami di basecamp terus mengingatkan para pendaki agar tidak hanya mengejar momen, tetapi benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Cuaca hujan dan angin dapat datang secara tiba-tiba sehingga keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tuturnya.
Koordinasi dengan Perhutani dan LMDH sangat membantu pengelola basecamp dalam mengatur arus pendaki, melakukan pendataan, dan menyampaikan informasi terkini mengenai kondisi jalur pendakian.
“Dengan sinergi ini, kami berharap para pendaki dapat menikmati Gunung Bismo dengan aman sekaligus tetap menjaga kelestarian hutan,” ucapnya.
Perhutani KPH Kedu Utara berharap wisata pendakian Gunung Bismo tetap menjadi ruang rekreasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Kolaborasi Perhutani, LMDH, dan pengelola basecamp menjadi kunci agar keindahan alam Gunung Bismo dapat dinikmati tanpa mengabaikan keselamatan dan kelestarian hutan. (adm)
Sumber: Perhutani














