Langkat, isafetymagazine.com – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 menilai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan kewajiban bagi industri minyak dan gas (migas).
Langkah ini harus diterapkan menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari dan health, safety, security, and environmental (HSSE) harus menjadi bagian integral yang tidak terpisahkan dari operasi produksi migas.
“Keselamatan tidak hanya tentang menghindari kecelakaan, tetapi juga menjaga kesehatan. Pola hidup sehat, kepedulian terhadap fisik dan pencegahan penyakit harus menjadi bagian dari budaya kerja kita,” kata General Manager (GM) PT PHR Zona 1, Mefredi.
Keterangan ini disampaikannya dalam memperingati bulan K3 pada enam lapangan yang tersebar di lima provinsi pada Ahad (15/2/2026). Puncak acaranya berlangsung di Pertamina EP Pangkalan Susu Field pada 10-11 Februari 2026.
Peringatan bulan K3 ini diisi dengan berbagai aktivitas yang bertujuan meningkatkan ketangkasan, kepedulian serta kompetensi pekerja di bidang HSSE.
Tema yang diusung pada penyelenggaraan Bulan K3 yaitu ‘Memperkuat Akuntabilitas Pimpinan dan Kepatuhan Pekerja dalam Membangun Budaya HSSE Pertamina yang Inklusif, Kolaboratif dan Berkelanjutan’.
Tema ini diimplementasikan lewat penyegaran kompetensi dalam menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan kerja.
Kompetisi pemadaman kebakaran (Fire Fighting Challenge), dasar pertolongan pertama (Basic First Aid), cerdas cermat seputar K3, hingga kampanye kesehatan seperti jalan sehat bersama keluarga dan seminar kesehatan.
Mefredi mengutarakan bulan K3 diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran pekerja serta mitra kerja terhadap aspek HSSE.
Momentum Bulan K3 harus menjadi refleksi untuk mengevaluasi kesiapan aspek HSSE oleh seluruh level organisasi dalam menghadapi tantangan dan mendukung bisnis perusahaan yang berkelanjutan.
PHR Zona 1 terus meningkatkan performa aspek Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan serta Lindung Lingkungan (K3LL).
Pada 2025 PHR Zona 1 berhasil menorehkan angka indikator keselamatan kerja atau total recordable incident rate (TRIR) sebesar 0. Artinya, kinerja keselamatan kerja perusahaan semakin baik.
PHR Zona 1 juga mencatat zero LTI atau nol kecelakaan kerja dan berhasil menorehkan 20.369.999 jam kerja selamat atau safe man hours.
Field Manager (FM) PT Pertamina EP Pangkalan Susu, Edwin Susanto menambahkan seluruh pekerja dan mitra kerja harus saling peduli dan menjaga untuk K3. Jadi, ini bisa tercapai zero LTI dan operasional perusahaan lebih aman dan andal.
“Safer, faster, better, lewat berbagai kompetisi bulan K3 ini diharapkan bisa melahirkan individu-individu unggul yang bisa menjadi teladan dalam penerapan keselamatan kerja,” ujarnya.
Sumber: Radio Republik Indonesia (RRI)














