Muara Enim, isafetymagazine.com – Jajaran direksi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meminta peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tidak hanya agenda seremonial tahunan.
Namun, ini merupakan momentum refleksi nasional untuk meneguhkan kembali komitmen perusahaan dalam melindungi tenaga kerja Indonesia dan membangun dunia kerja yang aman, sehat, produktif, dan bermartabat.
Perusahaan juga harus mengubah cara pandang yakni K3 tidak boleh lagi diposisikan sebagai urusan unit tertentu atau sekadar tanggung jawab petugas K3.
“K3 adalah budaya kerja. K3 adalah bagian dari kepemimpinan. Setiap pimpinan, setiap pengawas, dan setiap pekerja bertanggung jawab langsung atas keselamatan dirinya dan rekan kerjanya,” kata Direktur Utama (Dirut) PTBA, Arsal Ismail.
Pernyataan ini disampaikannya saat upacara Gerakan Nasional (Gernas) Bulan K3 dengan tema ‘Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif’ di Lapangan Kantor Pusat PTBA, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Senin (19/1/2026).
Arsal Ismail mengutarakan pembangunan Ekosistem K3 berarti membangun keterhubungan yang utuh antara semua pemangku kepentingan bisa memberi dampak dan akan terkena dampak dari kinerja K3.
Setiap aktor bergerak dalam satu arah tujuan yakni mencegah kecelakaan dan melindungi pekerja.
Profesional berarti seluruh insan PTBA wajib bekerja sesuai kompetensi, path terhadap standar, berani menghentikan pekerjaan yang tidak aman, dan menjadikan data.
Selain itu risiko sebagai dasar pengambilan keputusan. Profesionalisme K3 tidak diukur dari dokumen, tetapi dari perilaku di lapangan.
Andal berarti sistem K3 kita harus konsisten, disiplin, dan mampu bekerja dalam berbagai kondisi. Sistem yang andal tidak bergantung pada individu tertentu, tapi tertanam kuat dalam proses, prosedur, dan pengawasan yang berkelanjutan.
Keandalan K3 tercermin dari kesiapan menghadapi kondisi darurat dan kemampuan mencegah kecelakaan sebelum terjadi.
Selanjutnya, kolaboratif berarti tidak ada satu pihak pun yang mampu mengelola K3 sendirian, sehingga kolaborasi adalah kunci. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Kolaborasi antara manajemen dan pekerja. Kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin. Kolaborasi juga berarti berbagi praktik baik, berbagi pembelajaran dari kegagalan, dan membangun kepercayaan.
Panitia Bulan K3 Nasional juga melaksanakan kegiatan donor darah sebagai bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap K3. Selain itu kontribusi sosial dalam mendukung pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan PMI Cabang Muara Enim ini diikuti oleh pegawai PTBA serta mitra kerja dan dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan dan keselamatan donor darah yang berlaku.
Corporate Safety, Health, and Environment (SHE) Division Head PTBA, Yuhendri Wisra mengungkapkan peringatan Bulan K3 Nasional tidak hanya berfokus pada pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Namun, ini menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya kerja yang sehat, peduli, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan, terutama kepada masyarakat sekitar.
Pelaksanaan kegiatan donor darah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi pekerja dalam aksi kemanusiaan, memperkuat solidaritas sosial di lingkungan kerja, serta mendukung ketersediaan stok darah melalui PMI sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat K3 yang menekankan pentingnya perlindungan kesehatan pekerja dan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Sebanyak 142 kantong darah berkat partisipasi aktif pegawai PTBA dan mitra kerja serta seluruh darah yang terkumpul selanjutnya dibawa ke PMI Cabang Muara Enim.
Langkah ini untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, pengolahan, serta penyimpanan sebelum didistribusikan kepada pihak yang membutuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Bulan K3 Nasional dapat terus diimplementasikan secara berkelanjutan melalui program-program yang tidak hanya berfokus pada keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan di lingkungan PTBA,” tuturnya.
Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, PTBA juga menggelar serangkaian kegiatan lain seperti Webinar Kesehatan dan Keselamatan hingga Safety Goes to School.
Arsal Ismail mengemukakan K3 bukan sekadar kewajiban regulasi, tapi K3 adalah nilai setiap pekerja berhak pulang dengan selamat. Nilai produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan dan tanggung jawab kita semua.
“Mari kita jadikan Bulan K3 Nasional ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen, memperbaiki sistem, dan membangun budaya kerja yang aman dan sehat di seluruh Indonesia,” tuturnya. (adm)
Sumber: PTBA














