Environment

Tawarkan Energi Sebagai Solusi Keberlanjutan, SUN Energi Dukung Kawasan Indonesia Kurangi Emisi

Jababeka sebagai contoh implementasi Kawasan Industri Hijau Laporan Center for Global Sustainability mencatat 21 kawasan industri di Indonesia.

Jakarta, isafetymagazine.com – SUN Energy menawarkan konsep Energy as a Solution sebagai solusi keberlanjutan terpadu untuk membantu pengelola kawasan dan tenant industri mengurangi emisi.

Selain itu meningkatkan efisiensi energi dan memenuhi standar Environment, Social, and Government (ESG) global.

Dengan begitu SUN tidak hanya melakukan penyediaan energi surya semata, tapi menghadirkan ekosistem energi terintegrasi.

Hal ini mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, sistem manajemen dan penyimpanan energi, dan elektrifikasi kendaraan operasional.

Modelnya membuat kawasan industri membangun fondasi green industrial park secara menyeluruh dan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan dengan memasang PLTS di tiga kawasan industri utama.

Maksudnya, Karawang International Industrial City (KIIC), Greenland International Industrial Center (GIIC), dan Kawasan Industri Jababeka. Total kapasitas terpasang mencapai puluhan megawatt dan tersebar di 20 lebih titik proyek.

Pengembangan PLTS di kawasan industri dinilai menjadi langkah awal membentuk ekosistem kawasan rendah karbon. Kawasan industri merupakan pusat manufaktur dengan konsumsi energi tinggi, menekan emisi operasional, dan menjaga daya saing jangka panjang.

Langkah ini sejalan dengan agenda dekarbonisasi nasional dan target Net Zero Emissions 2060. Konsep Energy as a Solution yang ditawarkan SUN meliputi PLTS Atap Commercial and Industrial (CI) oleh SUN Energy.

Kemudian, Elektrifikasi Armada & Infrastruktur Kendaraan Listrik oleh SUN Mobility dan Sistem Penyimpanan Energi dan Energy Optimization oleh SUN Terra.

Selanjutnya, Energy Monitoring and Intelligence Platform untuk analitik dan efisiensi energi.

Dengan pendekatan terintegrasi tersebut, kawasan industri diharapkan mampu menekan biaya energi dalam jangka panjang. Berikutnya, mengurangi emisi operasional, meningkatkan nilai dan daya saing ESG, dan mempersiapkan diri menghadapi standar Net Zero Emissions 2060.

“Akselerasi green industrial park bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk menjaga daya saing kawasan industri Indonesia di pasar global,” ucap CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar pada Rabu (18/2/2026).

“Melalui pendekatan Energy as a Solution, kami tidak hanya menghadirkan PLTS, tetapi membangun fondasi energi terbarukan yang lebih stabil, efisien, dan rendah emisi bagi tenant dan pengelola kawasan industri. Inilah kontribusi kami dalam mempercepat transisi energi dan mendorong implementasi kawasan industri hijau di Indonesia.”

Jababeka sebagai contoh implementasi Kawasan Industri Hijau Laporan Center for Global Sustainability mencatat 21 kawasan industri di Indonesia. Kawasan ini telah menggunakan atau merencanakan pemanfaatan PLTS sebagai bagian dari strategi energi bersih.

Salah satu kawasan yang telah menerapkan PLTS secara kolektif adalah Kawasan Industri Jababeka. Di kawasan tersebut, SUN membangun PLTS dengan total kapasitas 1,8 MW yang dimanfaatkan tenant dari berbagai sektor, mulai dari industri material bangunan, komponen otomotif, farmasi, laboratorium inspeksi, hingga kemasan.

Inisiatif ini dinilai berpotensi menjadi proyek percontohan bagi pengembangan kawasan industri rendah karbon di Indonesia.

“Selain mengembangkan sistem energi surya, kami memandang elektrifikasi transportasi logistik dan operasional turut menjadi elemen penting dalam upaya dekarbonisasi kawasan industri,” ujar CEO SUN Mobility, Karina.

“Melalui solusi EV ecosystem yang kami kembangkan, kami melengkapi strategi Energy-as-a-Solution dari SUN. Tujuan kami adalah membantu tenant industri beralih ke operasional yang lebih efisien, lebih bersih, dan selaras dengan target Net Zero.”

Dengan pengalaman proyek di sejumlah kawasan industri strategis, SUN Energy sebagai mitra transisi energi yang menyediakan solusi menyeluruh bagi pengelola kawasan dan tenant.

Perusahaan mendukung pencapaian Net Zero Emissions 2060 melalui pendekatan terintegrasi, adaptif, dan sesuai tuntutan standar keberlanjutan global. (adm)

Sumber: TVOne

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button