Event HSE

Beragam Peran Teknologi Digital Bagi Implementasi SMK3

Beberapa aplikasi teknologi digital yang mendukung implementasi SMK3 bagi industri dengan tingkat risiko tinggi seperti visual inspection dan artificial intelligence.

Surabaya, isafetymagazine.com – Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dapat ditunjang penggunaan teknologi digital. Langkah ini diiringi pelaksanaan budaya keselamatan kerja.

“Teknologi adalah alat bantu atau alat pendukung, akan bermanfaat jika organisasi itu sudah menerapkan SMK3 dengan baik, dengan penuh kesadaran, budaya sudah terbentuk untuk selalu berperilaku aman dalam segala aspek pekerjaan,” kata Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pelindo Terminal Petikemas, Edi Priyanto.

Hal ini dikemukakannya dalam seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diselenggarakan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) pada Jumat (29/10/2021),

Salahsatu pemanfaatan teknologi digital bagi penerapan SMK3 adalah penyebarluasan informasi perusahaan dan pelaksanaan pelaporan patroli. Hal ini dilakukan dengan aplikasi yang ditanamkan dalam telepon genggam.

“Pengumpulan data, pelaporan dini, pelaksanaan briefing, pemeriksaan kesehatan, dan hal-hal lainnya dapat diintegrasikan dalam sebuah sistem berbasis teknologi informasi, jadi akan memudahkan organisasi dalam menyampaikan bukti-bukti saat audit SMK3,” tuturnya.

Praktisi K3, Alvin Alfiansyah, menambahkan beberapa aplikasi teknologi digital yang mendukung implementasi SMK3 bagi industri dengan tingkat risiko tinggi seperti visual inspection dan artificial intelligence.

Penggunaan visual inspection bisa berupa pekerja menggunakan kacamata yang dilengkapi kamera terhubung ke jaringan kantor secara langsung. Jadi, pihak yang bertanggung jawab dapat memonitor langsung situasi dan menilai potensi risiko di lapangan.

“Di industri migas pada saat melakukan inspeksi membuang sisa gas (flare), mereka akan menggunakan drone untuk pengawasan,” ucapnya.

Untuk pemakaian teknologi artificial intelligence bisa mendeteksi jarak pekerja dengan alat yang dioperasikannya dan alat pelindung diri yang digunakannya.

“Alat dengan teknologi tersebut akan merekam mereka yang dikenali tidak menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan ketentuan, lalu dengan otomatis melaporkan kepada pengawas, ini tentu memudahkan dalam pengawasan,” ucapnya. (ant/adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button