Safety Management

Kecelakaan Lantas Tertinggi Dialami Kalangan Muda

Mereka memiliki rentang usia 10-19 tahun sebesar 26.906 jiwa atau 20,62% dan usia 20-29 tahun sebesar 29.281 jiwa atau 22,44%.

Jakarta, isafetymagazine.com – Usia korban yang terlibat kecelakaan lalu lintas (lantas) tertinggi pada kelompok pelajar, mahasiswa dan pekerja muda sebesar 56.187 jiwa atau 43,06%.

Pengguna sepeda motor paling sering terlibat kecelakaan lalu lintas selama tahun 2016-2020 adalah sepeda motor sebesar 74,54%.

“Di Indonesia setiap satu jam sebanyak dua sampai tiga orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas,” kata Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat belum lama ini.

Resolusi PBB Nomor 64/255 tanggal 10 Maret 2010 tentang Peningkatan
Keselamatan Jalan Global melalui Program Aksi Dekade

Keselamatan Jalan 2011-2020 dengan target mengurangi tingkat kegiatan lalu lintas
korban kecelakaan lalu lintas sampai 50%.

Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) 2011-2035 sebagai wujud implementasi Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2035. Regulasinya sudah diwujudkan dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Kasi Keselamatan Jalan.

Ada lima pilar sistem keselamatan, yaitu Manajemen Keselamatan Jalan oleh Bappenas, Kendaraan yang Berkeselamatan oleh Kementerian Perhubungan.

Tanggap Darurat Pasca Tabrakan oleh Kementerian Kesehatan, Jalan yang Berkeselamatan oleh Kementerian PUPR dan Pengguna atau Pemakai Jalan yang Berkeselamatan oleh Polri.

Sekarang kecelakaan lalu lintas sudah menjadi salah satu aspek terkemuka di dunia.

“Korbannya paling tinggi generasi muda yang akhirnya mempengaruhi produktivitas individu terhadap bangsa,” ujarnya.

Saat ini ada lebih dari 1,25 juta kasus kecelakaan setiap tahun di dunia. Sementara di Indonesia, setiap hari 60-80 orang meninggal seketika karena kecelakaan lalu lintas.

Namun jika ditelusuri dari sejumlah korban yang luka berat, bisa jadi yang meninggal setiap hari lebih dari 100 jiwa.

“Ini bukan pertanyaan angka, namun akan sangat bernilai dan bermakna jika ada upaya untuk menguranginya,” tutur Djoko.

Generasi muda adalah aset bangsa yang harus dilindungi. Di negara modern, sumber daya manusia selalu diprioritaskan karena mereka adalah generasi sukses yang akan membuka dan mampu meningkatkan citra bangsa.

Keselamatan harus menjadi kebiasaan dan budaya yang diminta sejak usia dini. Pendidikan dapat bertindak sebagai pembuka hati.

“Melalui pendidikan kesadaran, sensitifitas, keperawatan, dan tanggung jawab keselamatan harus dibuat dalam aksi nyata yang dapat dibanggakan,” ujarnya.

Data kecelakaan lalu lintas dari tahun ke tahun bervariasi. Dalam lima tahun terakhir kecelakaan lalu lintas terendah tahun 2020, yakni 100.028 kejadian.

“Dapat dipahami, karena di masa pandemi Covid-19 mobilitas orang menurun drastis. Otomatis angka kecelakaan lalu lintas akan menurun,” ucapnya.

Sebelumnya, sejak tahun 2016 hingga tahun 2020, tertinggi di tahun 2019, yaitu 116.411 kejadian.

Menurut usia, angka kecelakaan lalu lintas berdasarkan usia terbanyak pada usia 20-24 tahun dan peringkat kedua pada usia 15-19 tahun.

“Usia korban yang terlibat kecelakaan lalu lintas tertinggi pada rentang tahun 2016-2020 adalah usia 15-24 tahun (usia muda produktif), yakni kisaran 18%-26%,” ujar Djoko.

Pastinya, di tahun 2016 sebesar 49.084 korban atau 18,97%, tahun 2017 sebesar 36.104 korban atau 21,64%, dan tahun 2018 sebesar 41.928 korban atau 24,19%. Kemudian, tahun 2019 sebesar 54.809 korban atau 22,41% dan tahun 2020 sebesar 38.124 korban atau sebesar 35,79%.

Djoko mengemukakan berdasarkan catatan Kementerian Perhubungan yang didapat dari Korlantas Polri, pelajar jadi korban kecelakaan lalu lintas paling banyak di Indonesia.

Jenis kendaraan yang sering terlibat kecelakaan lalu lintas selama tahun 2016-2020 adalah sepeda motor sebesar 74,54%

Sebanyak 14% kepemilikan sepeda motor berada di Jakarta. Kepemilikan 3 dari 10 mobil juga berada di Jakarta.

Indonesia menempati urutan ketiga kepemilikan sepeda motor di dunia, setelah di urutan pertama Amerika Serikat dan urutan kedua Turki.

“Korban kecelakaan lalu lintas tahun 2020 dari data Korlantas Polri pada 2021 menyebutkan menilik usianya korban tertinggi adalah kelompok pelajar, mahasiswa dan pekerja muda, yakni sebesar 56.187 jiwa atau 43,06%,” ucapnya.

Mereka memiliki rentang usia 10-19 tahun sebesar 26.906 jiwa atau 20,62% dan usia 20-29 tahun sebesar 29.281 jiwa atau 22,44%.

Kemudian diikuti kelompok usia 50 tahun ke atas 31.740 kejadian atau 24,32% dan kelompok usia 10 tahun-19 tahun sebanyak 26.906 korban jiwa atau 20,62%.

Kemudian, kelompok usia 40 tahun-49 tahun sebanyak 17.980 korban jiwa atau 13,78%, dan terendah di usia 0-9 tahun sebanyak 6.027 korban jiwa atau 94,62%.

Melihat prosentase kecelakaan lalu lintas pada kaum muda, pemerintah harus fokus memperhatikan cara-cara menguranginya di kalangan kelompok usia poduktif ini.

Program kecelamatan tidak hanya dilakukan pemerintah pusat, ucap Djoko, namun pemda juga wajib menganggarkan. Sekarang Dinas Perhubungan di kabupaten/kota konsentrasi membantu menaikkan PAD melalui aktivitas, parkir, kir dan terminal.

“Sesungguhnya, Dinas Perhubungan fokus pada program keselamatan dan pelayanan. Keselamatan transportasi untuk semua usia di semua sektor,” ujarnya.

Kemudian memberikan pelayanan penyediaan transportasi umum, jalur sepeda dan pejalan kaki yang humanis.

Tidak banyak pemda yang memprogramkan keselamatan berlalu lintas. Program keselamatan tidak hanya kampanye keselamatan.

Memberikan subsidi angkutan umum, sehingga tarifnya murah dan akan banyak pelajar menggunakan angkutan umum adalah bagian program keselamatan.

“Artinya, pelajar didorong menggunakan angkutan umum dan meninggalkan sepeda motor ke sekolah,” kata Djoko.

Banyaknya angkutan pedesaan yang punah dan jika masih beroperasi tidak lebih dari 10%. Hal ini menandakan kurang pedulinya kepala daerah pada layanan angkutan umum di daerahnya.

Dampaknya, sekarang ini kebanyakan pelajar menggunakan sepeda motor atau angkutan barang bak terbuka berangkat dan pulang sekolah.

“Kepala daerah harus fokus membenahi angkutan perkotaan dan angkutan perdesaan jika menginginkan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan milenial menurun juga membangun dan membenahi fasilitas pesepeda dan pejalan kaki yang berkeselamatan,” ucapnya.

Tampilkan Lebih

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

Back to top button