Safety at Work

Kelalaian Kontraktor Timbulkan Bahaya

Banyak kontraktor yang hanya berorientasi pada profit.

Jakarta, isafetymagazine.com– Webinar yang bertemakan ‘Contractor Safety Management System (CSMS)’ diselenggarakan oleh platform media Bicara Naker berkolaborasi dengan World Safety Organization (WSO) dan PT Prosafera.

Acara yang berlangsung Sabtu (09/01/2021) menghadirkan narasumber Soehatman Ramli selaku WSO Indonesia Representative dan Istiyazah Anitia Budiman selaku Vice President Region 1FMK3N (Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera) sebagai moderator.

Kelalaian yang dilakukan kontraktor dapat menimbulkan bahaya bagi operasi perusahaan, menimbulkan kecelakaan yang mempengaruhi kinerja K3L dan dapat mempengaruhi kelangsungan bisnis perusahaan.

Kegiatan kontraktor harus dikelola dengan baik untuk menjamin keselamatan dalam setiap kegiatan kerja kontraktor.

“CSMS adalah suatu sistem manajemen untuk mengelola kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan,” kata Soehatman yang akrab dipanggil Hatman.

CSMS merupakan sistem komprehensif dalam pengelolaan kontraktor sejak tahap perencanaan sampai pelaksanaan pekerjaan.

Tujuan CSMS yaitu untuk meyakinkan bahwa kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan telah memenuhi standar dan kriteria K3 yang ditetapkan oleh perusahaan.

Memastikan kontraktor memiliki standar SMK3 yang sesuai dengan tingkat risiko pekerjaan.

“Kejadian di lapangan banyak kontraktor yang menang tender memberikan pekerjaanya kepada subkontraktor dari subkontraktor ini masih berpotensi diberikan ke subnya lagi subnya lagi,” ujarnya.

Banyak kontraktor yang hanya berorientasi pada profit. Hal ini kalau dibiarkan akan terjadi degradasi K3 di tempat kerja.

“CSMS hadir sebagai jembatan antara perusahaan dan kontraktor,” jelasnya.

Perusahaan harus memiliki standar OHSMS yang baik, sehingga dapat memberikan kerangka dasar bagi pengembangan OHSMS Kontraktor.

Penyusunan CSMS dapat dilakukan melalui 6 step yaitu :

1. Risk Assessment

Menentukan tingkat risiko dari pekerjaan yang akan diserahkan kepada kontraktor.

2. Pre Qualification

Menggundang kontraktor untuk bidding, mengecek data dan memverifikasi kualifikasi level K3 kontraktor.

3. Selection

Memilih kontraktor yang sesuai.

4. Pre Job Activity

Menilai kesiapan dan penyesuaian kontraktor dengan lingkungan pekerjaan.

5. Work in Proggres

Memantau dan memastikan kontraktor menjalankan pekerjaan sesuai standar perusahaan.

6. Final dan Evalution

Pembuatan Laporan
dan mengevaluasi kinerja K3 kontraktor selesai pekerjaan. (Addin Himawan)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button