Jakarta, isafetymagazine.com – Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 7 Madiun, Jawa Timur (Jatim) memperkuat keselamatan dengan memeriksa kondisi jalur lewat tilik lintas hingga wilayah Blitar.
Langkah ini dilakukan dengan rangkaian pemantauan dan tilik lintasnya seperti layanan transportasi yang selamat, aman, dan andal menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
“Melalui langkah-langkah preventif ini, KAI Daop 7 Madiun terus memperkuat kesiapan operasional demi mendukung kelancaran Angkutan Nataru, sejalan dengan semangat Semakin Melayani,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari di Blitar, Jatim pada Selasa (23/12/2025).
Tilik lintas ini berlangsung di Stasiun Talun, Kabupaten Blitar, dengan fokus pemeriksaan kondisi emplasemen, fasilitas pelayanan pelanggan, ruang pengatur perjalanan kereta api (PPKA), serta perlintasan sebidang.
Kegiatannya diikuti Vice President (VP) PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun, Ali Afandi memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Dia memberikan arahan langsung kepada petugas yang berdinas sekaligus melaksanakan simulasi ‘Tunjuk sebut jalur’ sebagai penguatan budaya keselamatan kerja.
Kegiatan berlanjut ke Stasiun Rejotangan, Kabupaten Tulungagung dan berakhir di Stasiun Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.
Tim sebelumnya juga melakukan pemantauan di JPL 123 KM 153+6/7 dan JPL 122 KM 1/2 di petak jalan Caruban–Babadan.
Langkah ini merupakan daerah rawan tanah longsor di KM 135+2/6 antara Bagor–Saradan, serta daerah rawan amblesan pada KM 158+0 sampai dengan KM 160+0 antara Babadan–Madiun.
Tim juga melaksanakan tilik lintas pada lintas Stasiun Talun–Sumbergempol yang diikuti oleh Quality Control Operasi, Quality Control Jalan dan Jembatan, Quality Control Sintelis Daop 7, serta Tim Safety Inspector.
Tohari mengungkapkan tentang keperluan kewaspadaan dan komunikasi bahaya selama masa Angkutan Nataru 2025/2026.
Keselamatan merupakan prioritas utama sehingga seluruh petugas diharapkan lebih waspada, peduli, dan aktif mengkomunikasikan potensi bahaya sekecil apa pun yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.
Pelayanan kepada pelanggan harus terus ditingkatkan dengan tetap menjaga kesehatan serta menerapkan budaya 5R di lingkungan kerja.
Langkah ini menjaga standar keselamatan tertinggi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan selama periode Nataru. (adm)
Sumber: AntaraNews














