Environment

Permintaan Gedung Bersertifikasi Hijau Diprediksi Naik, Merujuk Kepatuhan Prinsip ESG

Gedung berkinerja tinggi menawarkan konsumsi listrik lebih rendah, kenyamanan termal lebih baik, kualitas udara dalam ruang lebih sehat, dan pengurangan emisi karbon yang terukur.

Jakarta, isafetymaagzine.com – Colliers Indonesia memprediksi permintaan gedung bersertifikasi hijau terus naik seiring kepatuhan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) lantaran menjadi standar dasar terutama perusahaan multinasional.

“Tren ini diperkirakan akan mempercepat inisiatif peningkatan aset dan reposisi, menegaskan semakin pentingnya keberlanjutan dalam membentuk permintaan perkantoran,” kata Head of Office Services Colliers Indonesia, Bagus Adikusumo pada Selasa (3/3/2026).

Gedung perkantoran melakukan penghematan energi sekitar 20%–40% dibandingkan gedung konvensional saat kenaikan biaya listrik.

Senior Manager – Energy Efficiency and Environmental Solutions Colliers Indonesia, Zyotty Thamsil menambahkan efisiensi energi menjadi kebutuhan strategis, terutama bagi penyewa yang berfokus pada pengendalian biaya operasional dan target keberlanjutan.

“Efisiensi energi bukan lagi pilihan, ini adalah kebutuhan strategis bagi penyewa yang berfokus pada pengendalian biaya dan keberlanjutan,” ucapnya.

Gedung berkinerja tinggi menawarkan konsumsi listrik lebih rendah, kenyamanan termal lebih baik, kualitas udara dalam ruang lebih sehat, dan pengurangan emisi karbon yang terukur.

Langkah ini mendukung perusahaan mencapai jalur dekarbonisasi yang lebih efisien secara biaya.

Walaupun tidak semua perusahaan dapat mengakses gedung bersertifikasi hijau dan strategi fit-out berorientasi keberlanjutan bisa diterapkan bagi gedung non-sertifikasi.

Rahmat Alam, Head of Project Management Colliers Indonesia mengemukakan optimalisasi ruang melalui desain hijau dan fit-out efisien dapat menekan biaya dan memperkuat kredensial ESG perusahaan.

Saat persaingan pasar perkantoran Indonesia, insentif fit-out menjadi elemen penting dalam negosiasi sewa. Pemilik gedung menawarkan skema pembiayaan fleksibel untuk mempercepat okupansi dan meningkatkan daya tarik aset.

“Colliers merekomendasikan agar penyewa mengadopsi strategi tempat kerja berbasis data dengan mengevaluasi pola kerja, tingkat utilisasi ruang, serta kebutuhan karyawan,” ujarnya. (adm)

Sumber: medcom.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button