APD Alat Pelindung Diri

160 Ribu Pekerja Sektor Pertanian Alami Cedera Lumpuh di AS per Tahun

Dennis J. Murphy dan Catleen Walker mengemukakan pekerja diminta melakukan pemeriksaan topi secara berkala dari kerusakan.

Jakarta, isafetymagazine.com – National Ag Safety Database (NASD) menyebutkan Dewan Keamanan Nasional memperkirakan sekitar 160.000 pekerja sektor pertanian menderita cedera lumpuh di Amerika Serikat (AS) setiap tahunnya.

Bahkan, angka ini bisa lebih besar lantaran banyak kecelakaan yang sama tidak pernah dilaporkan pekerja pertanian.

“Banyak kejadian cedera di lahan pertanian yang dapat dicegah atau dikurangi dampaknya jika petani mengenakan alat pelindung diri yang tepat,” kata Penulis NASD, Dennis J. Murphy dan Catleen Walker dalam situs resmi perusahaan tersebut pada Jumat (17/11/2023).

Tiga jenis alat pelindung diri (APD) yang dapat dipakai pekerja pertanian yakni pelindung kepala, kacamata, dan alas kaki. Pelindung kepala yang dirancang untuk mengurangi kekuatan benturan benda jatuh dapat membedakan antara menderita gegar otak ringan atau kerusakan otak permanen.

Cedera mata dapat dikurangi hingga 90% bagi petani mengenakan kacamata sebelum menggunakan gergaji mesin atau memperbaiki mesin pertanian. Kaki juga rentan terhadap cedera tanpa perlindungan tersebut.

Petani harus mengenakan pelindung kepala saat melakukan tugas sehari-hari. Topi keras terdiri dari cangkang keras yang terbuat dari aluminium, fiberglass, atau plastik dan sistem suspensi yang terbuat dari plastik, dan nilon.

“Kebanyakan cangkang saat ini terbuat dari resin termoplastik ringan, yang sangat tahan terhadap benturan dan memiliki sifat dielektrik (nonkonduktor arus listrik) yang baik,” ujarnya.

Dennis J. Murphy dan Catleen Walker mengemukakan sistem suspensi merupakan mekanisme penyerap energi dan memiliki tali mahkota yang dipasang di kepala, ikat kepala yang dapat disesuaikan, dan bantalan pelindung.

Suspensi nilon memberikan kenyamanan terbaik dan mengurangi kekuatan benturan dengan baik.

“Kebanyakan topi keras memiliki pita penahan keringat untuk kenyamanan di sekitar dahi,” tuturnya.

Lapisan campuran katun atau poliester tahan air tersedia untuk kehangatan di musim dingin. Aksesori lainnya termasuk penutup telinga, helm las, dan pelindung wajah.

Kebanyakan topi keras berharga antara lima dan sepuluh dolar dengan aksesori yang menambah kegunaan dan biayanya.

Topi benjolan ringan dengan cangkang lebih tipis dibandingkan topi keras dan tidak memiliki sistem suspensi. Mereka dibuat untuk melindungi pekerja dari benturan dan cedera kepala ringan di area dengan ruang kepala kecil atau mesin yang digantung rendah.

“Produk ini tidak memberikan perlindungan terhadap benturan dan tidak boleh dipakai di area yang berisiko terkena benda jatuh,” ujar Dennis J. Murphy dan Catleen Walker.

American National Standard Institute/ANSI (Institut Standar Nasional Amerika) menguraikan standar topi keras tetapi tidak untuk topi benturan. Standar ini mengkategorikan tiga kelompok helm yakni helm kelas A mengurangi kekuatan benturan benda jatuh dan bahaya kontak dengan konduktor tegangan rendah yang terbuka.

Helm kelas B mengurangi kekuatan benturan benda jatuh dan bahaya kontak dengan konduktor tegangan tinggi yang terbuka dan helm kelas C mengurangi kekuatan benturan benda jatuh tetapi tidak memberikan perlindungan listrik.

“Topi juga harus memiliki sifat tidak mudah terbakar dan penyerapan air dan topi juga harus memenuhi persyaratan fisik tertentu yang mempengaruhi kenyamanan pekerja,” ucapnya.

Semua bahan yang bersentuhan dengan kulit pemakainya harus tidak menyebabkan iritasi, ventilasi diperlukan antara ikat kepala dan cangkang, ikat kepala harus dapat disesuaikan dengan penambahan 1/8 inci, dan berat topi tidak boleh melebihi 15,5 ons.

Dennis J. Murphy dan Catleen Walker mengemukakan pekerja diminta melakukan pemeriksaan topi secara berkala dari kerusakan, seperti penyok dan retak. Jangan pernah menggunakan topi yang rusak.

“Jangan mencoba memperbaiki topi dengan perekat dan tidak ada cara yang dapat diandalkan untuk memastikan bahwa kualitas dielektrik atau dampak akan dipertahankan,” tuturnya.

Jangan sekali-kali menyimpan topi di tempat yang terkena sinar matahari seperti di rak belakang kendaraan. Sinar ultraviolet dapat merusak dan melemahkan bahan non-logam seperti plastik.

“Kerusakan akibat sinar ultraviolet pertama-tama terlihat sebagai kulit kusam yang disebut kapur. Kemudian permukaannya mulai terkelupas dan rusak. Topi yang menunjukkan tanda-tanda ini harus segera diganti,” ujarnya. (adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button