
Surabaya, isafetymagazine.com – Tim Mahasiswa Lintas Fakultas Universitas Airlangga (Unair) menciptakan Aplikasi Mitigasi dan Manajemen Keselamatan Berkendara Terintegrasi Artificial Intelligence secara Real-Time bernama DrivetyGuard.
Aplikasi ini dinilai memberikan solusi preventif atas jumlah kecelakaan lalu lintas masih tinggi di wilayah perkotaan.
Anggota Tim Mahasiswa Lintas Fakultas, Safina Natasya Ul Aulia, mengungkapkan DrivetyGuard mengemukakan kecelakaan lalu lintas melibatkan pekerja saat berangkat dan pulang kerja.
Peristiwa ini terjadi akibat pekerja mengalami kelelahan, kurang kebugaran, dan kelalaian penggunaan alat pelindung diri (APD).
“Kami ingin menghadirkan solusi yang benar-benar membantu pengendara sebelum risiko itu terjadi,” katanya di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) belum lama ini.
Penciptaan DrivetyGuard diharapkan sebagai sistem yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam meminimalkan risiko kecelakaan.
Jadi, perangkat ini dapat menunjang Surabaya yang sudah dianggap sebagai smart city, tapi kota ini masih memiliki celah besar pada aspek keselamatan berkendara.
DrivetyGuard beroperasi menggunakan artificial intelligence/AI (kecerdasan buatan) sebagai sistem pengawas otomatis. Selain itu bisa mendeteksi kelengkapan APD melalui kamera ponsel tanpa pengecekan manual.
Dengan begitu standar keselamatan dapat dipastikan sebelum pengguna memulai perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya.
DrivetyGuard menawarkan pendekatan manajemen keselamatan yang menyeluruh seperti pengecekan APD, kondisi kesehatan, dan tingkat kelelahan sebelum berkendara.
Hal ini berlaku selama perjalanan, sistem memantau lokasi, rute, dan kecepatan melalui GPS untuk mendeteksi potensi risiko secara real-time.
Kecelakaan lalu lintas dinilai Safina Natasya Ul Aulia termasuk bencana non-alam yang memerlukan sistem mitigasi serius.
Dengan fitur emergency, pengguna dapat langsung melaporkan kondisi darurat, dan data lokasi akan terhubung dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan.
“Respons cepat adalah kunci dalam menekan dampak kecelakaan,” tuturnya.
DrivetyGuard memiliki potensi besar untuk terintegrasi dalam sistem transportasi perkotaan berbasis smart city.
Data ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti oleh pemerintah daerah (pemda).
“Tantangan terbesar terletak pada perubahan perilaku masyarakat dan keterbatasan akses internet di beberapa wilayah,” ujarnya.
Tim DrivetyGuard membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, sektor industri, dan perusahaan transportasi.
Pengembangan lanjutan juga diarahkan pada peningkatan fitur, integrasi data lintas sektor, serta perluasan jangkauan wilayah.
Langkah ini diharapkan memberikan manfaat aplikasi bagi masyarakat.
DrivetyGuard meraih Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada kompetisi yang berlangsung pada Mei 2025 hingga Desember 2025. (adm)
Sumber: Unair














