Event HSEFeaturedOHSRegional News

BDN Gelar Pelatihan K3 Supervisor Scaffolding

Kesadaran akan pentingnya K3 di kalangan pengusaha

TANGERANG, isafetymagazine.com – Kesadaran akan pentingnya K3 di kalangan pengusaha, terus bertumbuh secara positif. Kesadaran itu, antara lain, dibuktikan dengan makin banyaknya perusahaan yang menggelar berbagai pelatihan terkait K3 bagi para pekerjanya.

Salah satunya adalah PT Berlian Djaya Nusantara (BDN). Perusahaan yang bergerak di bidang peralatan konstruksi dan perancah (scaffolding) ini mulai Rabu (14/8/2019) menggelar pelatihan K3 bagi para pekerjanya.

Bagi BDN, ini merupakan pelatihan K3 yang pertama kali dilakukan sejak perusahaan tersebut didirikan pada 2003 silam. “Kami menyadari bahwa aspek K3 dan safety begitu penting bagi perusahaan kami yang bergerak di bidang penyediaan jasa peralatan konstruksi dan scaffolding. Karena itu pelatihan K3 ini sangat penting untuk melindungi para pekerja kami dari berbagai potensi bahaya di tempat kerja sekaligus melindungi aset-aset perusahaan demi keberlangsungan bisnis perusahaan,” kata Edwin Rinanda, Chief Operation Officer PT BDN kepada isafetymagazine.com, Rabu (14/8/2019).

EDWIN RINANDA

Pelatihan K3 itu dilakukan di workshop PT BDN di Legok, Tangerang, Banten. Diikuti 8 peserta dari bagian penyelia (supervisor) scaffolding. “Pada batch pertama ini pelatihan K3 diikuti 8 peserta dari bagian supervisor scaffolding, karena mereka lah yang paling sering bersinggungan dengan pemasangan scaffolding di lapangan,” kata Edwin.

Setelah Supervisor, pelatihan yang sama akan ditujukan kepada para pekerja dari berbagai divisi di PT BDN. “Untuk tahap awal, kami targetkan 15 peserta di tahun 2019 ini. Setelah itu akan disusul para pekerja lainnya di tahun berikutnya hingga pelatihan K3 ini bisa diikuti seluruh karyawan,” Edwin menambahkan.

Wahyu Utama Putra selaku Advisor Safety PT BDN menambahkan, meskipun pelatihan K3 tersebut merupakan pelatihan yang pertama dilakukan di PT BDN, secara profesionalisme para pekerja di PT BDN selama ini sudah melakukan pekerjaan dengan baik dan benar. Hal ini dibuktikan dengan tidak pernah adanya kejadian accident yang dialami para pekerja selama perusahaan itu berdiri.

“Tetapi secara regulasi, para pekerja di PT BDN belum dilengkapi dengan aturan-aturan tentang safety dan K3 yang memang harus melekat pada diri pekerja. Bukannya tidak tahu. Mereka sudah menjalankannya dalam kapasitas sebatas yang dipahaminya selama ini. Budaya 5R sudah lama diberlakukan di perusahaan. Bahkan ada punishment bagi yang membuang sampah sembarangan berupa denda uang. Pelatihan pertama ini merupakan langkah awal bagi PT BDN untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan adanya pelatihan ini, grade para pekerja tentang K3 sudah meningkat,” kata Wahyu kepada isafetymagazone.com di acara sama.

Di hari pertama, pelatihan diisi dengan pengenalan mengenai K3 dan regulasi terkait K3 (UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja) dan jasa konstruksi (UU No 2 tahun 2017 tentang perusahaan jasa konstruksi).

Hadir sebagai pemberi materi pelatihan adalah Aprida Arimurti Agung, Pengawas Kecelakaan Kerja & PPNS dari BLKI Serpong, Banten dan M Safe’I dari PT Global Safety. Saat memberikan materi, Aprida menjelaskan bahwa konstruksi merupakan salah satu sektor industri penyumbang angka kecelakaan kerja di Indonesia.

“Karena itu penerapan K3 di sektor konstruksi harus benar-benar dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menimpa para pekerja,” kata Aprida.

APRIDA ARIMURTI AGUNG

Aprida kemudian mengajak para peserta pelatihan untuk mengenal lebih dekat tentang K3 dengan memberi penjelasan regulasi terkait K3 di Indonesia, antara lain UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Para peserta pelatihan nantinya akan mendapatkan sertifikat sebagai Ahli Supervisor Scaffolding. (Hasanuddin)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 2 =


Back to top button
Close
Close