Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengemukakan sebanyak 11 rumah dan satu jembatan di Kabupaten Lebak, Banten mengalami rusak. Karena, bencana longsor setelah diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan petir pada Senin (23/11/2020).
“Kerugian diprakirakan puluhan juta rupiah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana di Posko Kedaruratan Mitigasi di Panggarangan, Lebak, Banten pada Rabu (25/11/2020).
Sebelas rumah yang mengalami kerusakan atas nama Suma Wijaya, Nurilah, Susi, Madsari, Ipat Patmawati, Jaya Rahmat, Jarta, Marsuki, Mardi, Darma, dan Engkos.
Jembatan mengalami kerusakan rusak berat dan rusak ringan. “Kerugian akibat longsoran itu hingga puluhan juta rupiah,” jelasnya.
Bencana longsor terjadi di Desa Cisuren Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Kejadian ini menyebabkan sebanyak 11 rumah dan satu jembatan rusak berat dan ringan.
Saat itu hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir dan kilat.
Bencana longsor tidak mengakibatkan korban jiwa. Namun, BPBD Banten meminta masyarakat mewaspadai cuaca buruk guna mengurangi risiko kebencanaan.
Wilayah Lebak Selatan meliputi 10 kecamatan antara lain Kecamatan Bayah, Malingping, Cihara, Wanasalam, Cijaku, Cigemblong, Banjarsari, Cilograng, Panggarangan dan Cibeber.
Daerah ini dikenal masuk daerah bencana alam seperti banjir bandang, banjir, banjir pasang laut, gelombang tinggi, angin kencang, longsor, gempa dan tsunami.
Lebak selatan mengalami topografi perbukitan, pegunungan, aliran sungai, dan pesisir pantai.
“Saat ini ancaman bahaya hidrometeorologi,” ujarnya.
Saat ini warga yang terdampak bencana longsoran sudah kembali ke rumah masing-masing dan sebagian tengah diperbaiki.
“Kami mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan,terlebih memasuki cuaca buruk dan berpotensi terjadi bencana alam,” paparnya. (ant/adm)