Business

Wika Bangun Smelter Nikel Senilai Rp2,8T

Pengoperasian smelter nikel akan menggunakan rute rotary kiln–electric furnace

Jakarta, Isafetymagazine.com – Wijaya Karya (Wika) digandeng Ceria Nugraha Indotama (CNI) lewat entitas anak perusahaannya yaitu Ceria Metalindo Indotama (CMI).

Perusahaan ini ditunjuk mengerjakan pembangunan smelter nikel di Wolo, Kolaka, Sulawesi Tenggara senilai Rp2,8 triliun.

Wika dipilih CNI setelah melalui evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi, dan verifikasi.

“Insha Allah, proyek ini dapat selesai tepat waktu (36 bulan kalender kerja) dengan kualitas yang memuaskan,” kata Agung Budi Waskito, Direktur Utama PT Wika (Persero) Tbk pada Sabtu (28/11/2020).

Pembangunan smelter nikel di Wolo akan terdiri dari dua lajur produksi masing-masing lajur ditunjang dengan fasilitas produksi utama.

Hal itu adalah rotary dryer berkapasitas 196 ton per jam (wet base), rotary kiln berkapasitas 178 ton per jam (wet base) serta electric furnace berkapasitas 72 MVA.

Fasilitas produksi utama meliputi ore preparation facility dan hydrometallurgical plant berkapasitas 3,6 juta ton/tahun (dry base).

Berikutnya, limestone treatment plant berkapasitas 770.000 ton/tahun (wet base), sulfuric acid plant berkapasitas 550.000 ton/tahun.

Selanjutnya, residue storage facilites berkapasitas 970.000 ton tailing, mixed hydroxide precipitate (MHP) (40% Ni dan 4% Co dalam MHP) dan 158.000 ton/tahun konsetrat Chromium.

Pengoperasian smelter nikel akan menggunakan rute rotary kiln–electric furnace untuk mengolah bijih nikel kadar 1,59% Ni menjadi ferronickel berkadar 22%. Pabrik ini juga memakai electric furnace tipe rectangular.

Dengan demikian ini berbeda dengan pabrik lainnya di Indonesia yang menggunakan electric furnace tipe circular. (Addin Himawan)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button