Business

3.500 Anggota Bisa Dicapai IIEA Selama 3 Tahun

IIEA telah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dengan nama Perkumpulan Globalisasi Sistem Indonesia.

Jakarta, isafetymagazine.com – Kesadaran akan pentingnya standarisasi di berbagai industri Indonesia kian meningkat ditandai dengan semakin banyak perusahaan menerapkannya.

Jadi, jumlah sumber daya manusia (SDM) di bidang standarisasi semakin bertambah dari waktu ke waktu.

Ketua Indonesia ISO Expert Association (IIEA) Novian Amrah Putra, mengatakan pertumbuhan dunia standardisasi di dalam negeri merupakan iklim yang bagus bagi kalangan industri Indonesia.

Kondisi ini sekaligus menjawab tantangan global yang menuntut peningkatan kualitas dalam segala bidang.

Salah satu indikasi pertumbuhan dunia standardisasi di domestik dari waktu ke waktu dilihat dari antusiasme para professional di bidang ini yang bergabung dalam IIEA.

Meski baru didirikan pada 14 Desember 2019, jumlah anggota IIEA mencapai lebih dari 3.500 orang.

“Ada dua kategori anggota, yaitu perkumpulan dan perorangan. Anggota yang berasal dari perkumpulan dan tidak dikenakan iuran anggota mencapai hampir 3.000 orang, sedangkan anggota perorangan yang membayar iuran anggota per tahun sekitar 500 orang,” kata Novian Amrah Putra di sela-sela HUT ke-3 IIEA di Gedung Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Jakarta pada Minggu (18/12/2022).

Anggota IIEA terdiri dari para auditor, trainer, konsultan, implementor, dan para pemerhati standarisasi, akademisi, mahasiswa, dan perwakilan dari pemerintahan.

Novian Amrah Putra menargetkan ke depan membidik keanggotaan dari kalangan korporasi.

“Kalau sekarang keanggotaan IIEA berasal dari individu, ke depan targetnya adalah corporate atau perusahaan-perusahaan,” ucapnya.

Namun, tidak semua perusahaan bisa menjadi anggota IIEA lantaran persyaratannya ini harus sudah mengimplementasikan International Standard Organization (ISO) secara baik.

“Nanti ada proses seleksinya,” tuturnya.

Sementara itu IIEA telah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dengan nama Perkumpulan Globalisasi Sistem Indonesia. Selain itu sudah bergabung dalam ISO Technical Committee (TC) yang telah berpartisipasi dalam penyusunan ISO 45005 dan ISO 45006.

Tujuan organisasi ini didirikan antara lain untuk meningkatkan awareness standarisasi di Indonesia.

Pada sisi lain kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 IIEA dihadiri oleh dewan pendiri yaitu Saut T Siahaan dan Supandi serta Rudiyanto sebagai dewan pengawas.

Saut Siahaan berharap IIEA masuk ke kementerian-kementerian yang dijawab Novian Amrah Putra selaras dan sebangun dengan program yang telah dicanangkan organisasi tersebut.

Contohnya, isu dekarbonisasi bisa masuk ke kementerian-kementerian seperti Kementerian Lingkingam Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM).

IIEA juga sudah menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dalam upaya memasyarakatkan standardisasi di Indonesia, khususnya ISO.

Pada kesempatan HUT ke-3 IIEA juga dipaparkan materi oleh Supandi dan Rudiyanto masing-masing bertajuk ‘Mata Rantai Menuju Indonesia Emas’ dan ‘Perspektif Industri dan Perdagangan dalam Konteks Dekarbonisasi & Investasi Hijau’. (Hasanuddin/adm)

Tampilkan Lebih

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

Back to top button