
Jakarta, isafetymagazine.com – Axis Communications menyatakan perusahaan di Indonesia akan dibantu membangun lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien melalui solusi pengawasan video, audio, radar, dan sensor berbasis artificial intelligence/AI (kecerdasan buatan).
Sistem ini bisa mendeteksi bahaya, mencegah kecelakaan, dan meningkatkan efisiensi operasional serta memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja nasional dan internasional.
“Pendekatan proaktif terhadap keselamatan kerja tidak hanya melindungi nyawa, tetapi juga menjaga kelangsungan operasi. Kelalaian yang membahayakan pekerja sering kali berujung pada downtime yang mahal dan kerugian besar,” kata Country Manager Axis Communications Indonesia, Johny Dermawan.
“Di lingkungan berisiko tinggi, langkah keselamatan harus bersifat preventif, prediktif, dan berbasis data.”
Solusi pemantauan bertenaga AI dari Axis menggabungkan deteksi real-time dengan analitik prediktif.
Langkah ini membantu perusahaan beralih dari manajemen keselamatan yang reaktif menuju pencegahan yang proaktif.
Sistem audio jaringan dapat memberikan peringatan otomatis atau instruksi evakuasi, sementara radar dan kamera tahan cuaca memastikan visibilitas berkelanjutan bahkan dalam kondisi minim cahaya atau cuaca ekstrem.
Analitik AI menjadi sistem tingkat lanjut membuat identifikasi dini terhadap potensi bahaya seperti pekerja tanpa alat pelindung diri (APD), kebocoran asap atau gas, dan pola panas tidak normal yang dapat memicu peringatan segera melalui pengeras suara terintegrasi atau sistem kontrol akses.
Johny Dermawan mengemukakan kamera termal semakin meningkatkan pencegahan dengan mendeteksi perubahan suhu halus yang mengindikasikan korosi, peningkatan tekanan, atau titik potensi percikan api.
“Untuk area dengan risiko ledakan, Axis menyediakan kamera dan perangkat audio berpelindung ledakan yang dirancang untuk mencegah sumber penyulut dan memantau zona berbahaya yang tidak dapat diakses manusia,” tuturnya.
“Perangkat ini, yang tertutup dalam casing logam tahan percikan dan panas, dibuat untuk lingkungan Zona 1 dan Zona 2, di mana gas atau uap mudah terbakar dapat muncul dalam kondisi operasi normal maupun abnormal.”
Teknologi tersebut juga diterapkan pada fasilitas pemrosesan kimia, produksi farmasi, dan penyimpanan biji-bijian, di mana risiko ledakan dapat terjadi.
Saat insiden tak terduga muncul, solusi dari Axis Communications memberikan akses jarak jauh dan pemantauan situasi secara real-time.
Hal ini membuat respons cepat berbasis data terhadap keadaan darurat seperti pekerja terjatuh, deteksi asap, atau kebocoran gas tahap awal.
Axis Communications memperkuat kepatuhan sekaligus meningkatkan produktivitas dan ketahanan bagi perusahaan.
Langkah ini dilakukan dengan menjalankan aturan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Indonesia dan standar global ISO 45001:2018.
“Melalui pemantauan berbasis AI dan analitik prediktif, Axis mengubah keselamatan kerja menjadi keunggulan strategis,” ujarnya.
“Dengan memungkinkan deteksi bahaya secara dini, respons real-time, dan manajemen keselamatan yang berkelanjutan, kami membantu organisasi melindungi manusia, mengoptimalkan kinerja, dan membangun masa depan industri yang lebih aman.” (adm)
Sumber: Tribunnews














