Regional News

Balita Tewas Saat Api Hanguskan Puluhan Rumah di Bandung

JAKARTA, ISafetyMagz.com – Petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) bersama tim gabungan berhasil menemukan korban terjebak dalam kebakaran yang terjadi di kawasan Karees Kulon, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung hari ini.

Seorang balita berusia 5 tahun meninggal, dan dua orang mengalami luka bakar.

Kepala Diskar PB Kota Bandung Ferdi Ligaswara menyatakan korban tewas bernama Surya. Balita malang tersebut ditemukan di dalam kamar mandi sebuah rumah.

“Mungkin dia mencari air atau perlindungan, kami temukan di antara reruntuhan,” kata Ferdi di lokasi kejadian.

Ferdi menyatakan pencarian korban tewas berlangsung sekitar tiga jam. Sementara, dua korban dari masyarakat mengalami luka bakar dan luka akibat menginjak reruntuhan bangunan.

“Tadi ada tiga laporan orang hilang ternyata berhasil evakuasi. Sampai saat ini korban meninggal sayu orang, mudah-mudahan berhenti di situ. Kami ingin memastikan Ketua RT dan RW seandainya ada anggota keluarga yang masih belum diketemukan,” jelasnya.

Untuk pencarian korban, tim Diskar PB dibantu tim kepolisian. Ferdi menyebutkan, dari pihaknya juga ada yang mengalami luka akibat tersengat listrik.

“Sebanyak 3 anggota kami tersengat aliran listrik saat awal pemadaman, karena api tidak bisa dibiarkan begitu saja sementara instalasi listrik masih menyala,” ungkap Ferdi.

Akibat kebakaran ini setidaknya 28 rumah ludes terbakar. Seluruh rumah yang berada di pemukiman padat itu berjumlah 43 kepala keluarga.

“Untuk kerugian saat ini belum bisa ditaksir. Kita fokus pada pemadaman,” kata Ferdi.

Ledakan Gas

Soal dugaan penyebab kebakaran, Ferdi mengatakan, berdasarkan laporan saksi, api berasal dari kompor gas yang meledak. Kemudian api menjalar ke bangunan lain.

Ferdi mengatakan kondisi geografis wilayah RW 06 di Kelurahan Malabar ini adalah kawasan permukiman padat dengan struktur bangunan berhimpitan hampir relatif tidak ada jarak sehingga membuat api merembet dengan cepat.

“Proses pemadaman relatif cepat, sekitar 1,5 jam. Yang relatif lama pendinginan karena kita ingin memastikan tidak ada api lagi,” katanya.

Sedangkan proses pencarian korban, petugas mengalami kesulitan karena terhalang reruntuhan bangunan.

“Relatif lama proses pencarian korban karena banyak tumpukan bahkan tadi ada yang sampai 1,5 meter,” ujarnya.

Ferdi menyebutkan, selain banyak material yang mudah terbakar, pihaknya juga kesulitan manuver di mana titik api berada di gang sempit. Untuk itu pihaknya menggunakan pola urai selang.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada pada perubahan cuaca yang memungkinkan terjadinya bencana kebakaran.

“Ini kan memasuki perubahan cuaca, tidak ada yang bisa menduga saat kemarau terjadi hujan dan sebaliknya. Jika terjadi konsleting listrik akan sangat memudahkan terjadinya kebakaran,” jelasnya.

Sumber : Balita Tewas Saat Api Hanguskan Puluhan Rumah di Bandung

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20180503165103-20-295478/balita-tewas-saat-api-hanguskan-puluhan-rumah-di-bandung

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button