Jakarta, isafetymagazine.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam industri pertambangan bisa mendorong tata kelola yang berkelanjutan, efisien, dan bertanggung jawab.
“Penerapan praktik pertambangan yang baik dan tata kelola usaha pertambangan yang sesuai regulasi merupakan bagian integral dari pelaksanaan prinsip ESG di sektor mineral dan batubara,” kata Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Julian Ambassadur Shiddiq.
Pernyataan ini disampaikannya dalam ‘Peluncuran proyek Critical Mineral Management for Sustainability (MAKMUR)’ oleh Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM di Jakarta pada Selasa (29/7/2025).
Aspek lingkungan dalam ESG mencakup penanganan perubahan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, pengelolaan limbah, penggunaan air secara bijak, dan pengendalian polusi.
Dari sisi sosial, ESG menuntut penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM), keselamatan dan kesehatan kerja (K3), relasi dengan masyarakat sekitar, serta penerapan inklusivitas dan keberagaman.
Untuk sisi tata kelola, fokus utama adalah pada Good Corporate Governance (GCG), etika bisnis, kepatuhan hukum, dan transparansi fiskal dan pajak.
Julian Ambassadur Shiddiq mengemukakan praktik pertambangan yang baik juga meliputi rekayasa tambang, konservasi sumber daya, pengelolaan lingkungan, serta kegiatan reklamasi dan pascatambang.
Teknologi sebagai faktor kunci untuk menciptakan sistem pertambangan yang aman, efisien, dan kompetitif.
“Harapan kami, praktik good mining practice yang telah kami upayakan dapat diterapkan secara konsisten sebagai jembatan untuk membangun rantai pasok mineral yang bertanggung jawab dan sejalan dengan transisi energi global,” ucapnya.
Pelaksanaan ESG dalam sektor pertambangan didorong melalui proyek MAKMUR merujuk Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 26 Tahun 2018 Pasal 3 Ayat 3 dan 4.
Regulasi ini mengatur berbagai aspek tata kelola, seperti pemasaran hasil tambang, pengelolaan data, pengembangan masyarakat, serta pembinaan tenaga teknis pertambangan.
Peluncuran proyek MAKMUR sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung agenda keberlanjutan global.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi sektor pertambangan nasional saat permintaan terhadap mineral kritis dunia, seperti nikel dan tembaga untuk transisi menuju energi bersih. (adm)
Sumber: Majalah Nikel Indonesia