Safety Management

Keselamatan Pertambangan Masuki Revolusi Industri 4.0

Pendekatan manusia yakni human government dan human resilience.

Jakarta, Isafetymagazine.com – Pelaksanaan keselamatan pertambangan mesti menyesuaikan diri dalam revolusi industri 4.0 seperti penerapan kecerdasan buatan. Langkah ini dinilai bukan sebagai suatu keterpaksaan, tetapi itu suatu keniscayaan.

“Sebenarnya, artificial intelligent di industri pertambangan sudah dilakukan dengan pemakaian remote control dan sistem pelaporan secara digital,” kata Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) Alwahono.

Dia berbicara ini dalam Webinar Nasional ke-6 bertema ‘Peran Keselamatan Pertambangan Dalam Meningkatkan Produktivitas Usaha Jasa Pertambangan’ yang diselenggarakan pada Kamis (5/11/2020).

Malahan, revolusi industri 4.0 tidak hanya menuntut keselamatan pertambangan dari pendekatan tindakan aman dan tidak aman. Namun, ini meluas ke pendekatan manusia yakni human government dan human resilience.  

Indra Kanoena, Direktur PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma) menanggapi perusahaan yang dipimpinnya melakukan transformasi digital pada 2019. Langkah tersebut dilaksanakan bagi proses kerja dan sumber daya manusia (SDM) perusahaan.

“Transformasi ini berjalan untuk memastikan kondisi yang aman dan efisien supaya produktivitas optimal,” ujarnya.

Dari penerapan transformasi digital diharapkan proses kerja bisa berjalan efektif dan efisien, sedangkan bagi SDM dapat diketahui kesiapannya bekerja. Selain itu resiko kerja dan aji mumpung pekerja dalam melakukan kegiatannya. “Kita juga dapat memprediksi kinerja perusahaan dan perencanaan kegiatan perusahaan lebih baik,” jelasnya. (admas

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button