Safety at Work

Kunci Atasi Covid-19 Perkuat K3

Pemerintah menerbitkan Pedoman Tata Laksana Covid-19 dan Pedoman Standar Perlindungan Dokter di Era Covid-19.

Jakarta, isafetymagazine.com – Indonesia harus segera memperoleh solusi atas 1.066.313 kasus positif Covid-19 sampai Sabtu (30/1/2021). Bahkan, angka ini terus meningkat setiap waktu hingga pemecahan rekor kenaikan.

“Apalagi kematian tenaga kesehatan telah mencapai 600 orang,” kata Ketua Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Dokter Kesehatan Indonesia (IDKI) Eddy MS.

Pernyataan ini dikeluarkan dalam Webinar bertajuk ‘Viral Load COVID-19, Aspek Klinis dan Tata Kelola Lingkungan Kerja’dan rya pada Sabtu (30/1/2021).

Kondisi yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah tingkat keterisian ruang Intensive Care Unit (ICU) dan ruang Unit Gawat Darurat (UGD) mencapai masing-masing hampir 100%.

Angka karantina pasien Covid juga meningkat. Keadaan ini bisa terjadi akibat kenaikan angka klaster perkantoran dan angka klaster keluarga.

“Kapasitas rumah sakit hampir mencapai 100% yang dikhawatirkan bisa over capacity,” paparnya.

Ketua PN (Pengurus Nasional) Komunitas Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (Kak3rs) Daru Lestantyo menambahkan satu orang yang terinfeksi positif Covid-19 bisa menularkan ke 2,5 orang.

Dari hal ini sebanyak dua sampai tiga orang dari sejumlah orang yang berada di sekitar orang yang terjangkit positif Covid-19, maka mereka rentan terkena positif penyakit tersebut.

“Dengan demikian, satu orang yang terjangkit Covid-19, kemudian dia melakukan isolasi mandiriakan memutus rantai penularan,” paparnya.

Namun, langkah isolasi mandiri oleh seorang pekerja yang tertular positif Covid-19 kadang tidak dilaporkan hingga tidak dilakukannya. Sebab, dia takut dikeluarkan oleh manajemen perusahaan.

Padahal, pekerja lain yang belum terkena positif Covid-19 membutuhkan ruang kerja yang terbebas dari potensi penularan tersebut.

Fit For Work

International Labour Organization/ILO (Organisasi Butuh Internasional) telah menyediakan panduan penanganan Covid-19 di tempat kerja.

Langkah ini ditempuh dengan pendekatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“ILO menunjukkan kunci mengatasi Covid-19 dan melindungi pekerja dengan memperkuat pelaksanaan K3 di tempat kerja terutama rumah sakit,” tandasnya.

Salahsatu penerapan K3 diterjemahkan dengan ‘Fit For Work’. Aturan ini guna memastikan dia bekerja tanpa membawa resiko.

Fit For Work (FFW) terdiri dari pre employment, pre placement, return to work, medical surveillance, dan special circumstances.

Pre employment dilakukan dengan pre employment medical screening yank sehat jasmani dan rohani.

Kemudian, kompeten, mampu bekerja dalam tekanan, dan tidak terkonfirmasi Covid-19.

Untuk pre placement examination berupa anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, pemeriksaan foto thorax, dan pemeriksaan screening Covid-19.

Sementara itu Return to Work dilakukan dengan berbagai pertimbangan yang memutuskan apakah dia bekerja di tempat yang sama dengan rekan kerja yang sama sebelum sakit.

Dia bisa bekerja di tempat lain dengan rekan kerja yang sama atau dia bekerja di tempat lain dengan rekan kerja yang lain.

Untuk medical surveillance terbagi atas resiko dan perangkat. Pertimbangan resiko dilakukan dengan pedoman, dan deteksi dini bagi karyawan yang terinfeksi.

Selanjutnya, pencegahan kepada karyawan lain, mitra, konsumen, dan pengunjung.

Jika ini didasarkan perangkat, maka itu dilakukan dengan pemantauan sendiri, pemantauan secara aktif, dan pemantauan sendiri dengan supervisi.

Pemerintah telah menerbitkan Pedoman Tata Laksana Covid-19 dan Pedoman Standar Perlindungan Dokter di Era Covid-19.

Kedua pedoman ini bisa dipakai bagi pekerja yang terinfeksi Covid-19, tapi ia masih bekerja dan pekerja yang kembali bekerja setelah sembuh dari Covid-19.

Untuk pengendalian bekerja bisa merujuk kepada buku Pedoman Perilaku Penanganan Covid-19. Buku ini berisi antara lain memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Selain itu dapat dilaksanakan engineering control yang terdiri dari Tata Ruang dalam Rumah Sakit dan Tata Udara dalam Rumah Sakit. (adm)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button