FeaturedOHSRegional News

Proyek Bendungan Way Sekampung Optimis Rampung Lebih Cepat

BERBASIS QHSE

LAMPUNG, isafetymagazine.com – Project Manager (PM) atau Kepala Proyek (Kapro) pembangunan bendungan Way Sekampung dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk Ir Lasino, MT optimis pembangunan proyek bendungan Way Sekampung yang berlokasi di Kabupaten Pringsewu, Lampung, bisa selesai lebih cepat dari waktu yang ditargetkan.

“Proyek pembangunan bendungan Way Sekampung Paket 2 saat ini sedang memasuki tahap pengerjaan bendungan utama yang ditargetkan selesai akhir 2019. Setelah itu, pekerjaan tinggal finishing saja dan diharapkan proyek bendungan Way Sekampung bisa selesai secara keseluruhan pada April 2020 atau lebih cepat (lima bulan) dari waktu penyelesaian proyek yang ditargetkan pemerintah yaitu bulan September 2020,” kata Lasino kepada isafetymagazine.com.

Pengerjaan tahap bendungan utama Way Sekampung dilakukan setelah proses pembangunan bendungan memasuki tahap pengelakan sungai (river closure) pada 25 Juli 2019.

PM bendungan Way Sekampung, Ir Lasino, MT. (Istimewa)

Ditanya soal perkembangan terkini (progress) pembangunan proyek bendungan Way Sekampung, Lasino mengatakan hingga akhir Agustus 2019  pengerjaan bendungan Way Sekampung Paket 2 sudah mencapai 57%. Kendati demikian, Lasino optimis pengerjaan bendungan utama (main dam) selesai akhir tahun 2019 dan pekerjaan proyek bendungan Way Sekampung secara keseluruhan rampung pada April 2020, tercapai.

Secara teknis, katanya, pengerjaan bendungan utama sejauh ini tidak menemui kendala berarti dan proses pengerjaannya pun tak lagi serumit semisal ketika mengerjakan bangunan terowongan (tunnel) di tahapan sebelumnya dalam proses pembangunan bendungan Way Sekampung.

Menurut Lasino, pekerjaan utama dalam tahap pembangunan bendungan utama adalah penggalian dan penimbunan. Penggalian tanah dilakukan di area genangan waduk untuk mencapai kedalaman bendungan yang sudah ditetapkan dalam disain proyek bendungan. Sedangkan pekerjaan penimbunan dilakukan untuk membentuk tubuh bendungan.

Pengerjaan bendungan utama bendungan Way Sekampung. Gambar diambil menggunakan drone pada Agustus 2019. (Foto: Dokumentasi Waskita Karya proyek bendungan Way Sekampung/Alip)

Tubuh bendungan Way Sekampung dibangun dengan menggunakan tipe bendungan urugan zonal inti tegak (central core fill type dam), di mana tubuh bendungan utama dibentuk dari hasil timbunan aneka material timbunan yang terdiri atas bebatuan dengan gradasi (susunan, ukuran, butiran) yang berbeda-beda dalam urutan-urutan pelapisan tertentu.

Lasino menambahkan, pengerjaan bendungan utama didukung oleh peralatan yang lengkap dan mumpuni, dikerjakan berbasis QHSE, setiap tahapan pekerjaan selalu berpedoman pada prosedur (PW/Prosedur Waskita), digarap oleh tim kerja yang solid, dan diawasi oleh tenaga-tenaga yang berkompeten di bidangnya.

“Sehingga proses pengerjaan (bendungan utama) tidak saja bisa dilakukan dengan cepat, tetapi juga tepat, efisien, aman, dan ramah lingkungan, dengan kualitas prima,” kata Lasino.

KSO Integrated
Bendungan Way Sekampung merupakan bagian dari program pembangunan 65 bendungan di masa pemerintahan Presiden Jokowi periode I (2014 – 2019) dan merupakan satu dari 46 bendungan baru yang dibangun.

Waskita Karya-Adhi Karya KSO Integrated dalam mengerjakan proyek pembangunan bendungan Way Sekampung Paket 2. (Foto:Dokumentasi isafetymagazine.com/Hasanuddin)

Proyek bendungan Way Sekampung senilai Rp1,7 triliun merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam program pembangunan Infrastruktur di era Presiden Jokowi yang seluruh anggarannya bersumber dari APBN, dan merupakan proyek multiyears dengan masa pengerjaan selama 4 tahun, mulai tahun 2016 dan selesai tahun 2020.

Menurut Lasino, pengerjaan proyek bendungan Way Sekampung terbagi menjadi 2 paket dengan masing-masing nilai proyek Rp871 miliar untuk Paket 1 dan Rp829 miliar untuk Paket 2. Paket 1 dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP), sedangkan Paket 2 digarap oleh PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya secara KSO (Kerjasama Operasi) Integrated dengan porsi 62,5 % Waskita Karya dan 37,5% Adhi Karya.

PM Lasino (tengah) saat menerima testimoni Direktur Operasi (Dirops) II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Bambang Rianto (kiri) yang melakukan MWT ke proyek bendungan Way Sekampung, Juli 2019. (Foto:Dokumentasi Waskita Karya proyek bendungan Way Sekampung/Alip)

KSO Integrated antara Waskita dan Adhi dalam pengerjaan proyek bendungan Way Sekampung Paket 2  ditandatangani pada 28 September 2016. “Paket 2 meliputi pekerjaaan jalan dan jembatan, bangunan pelimpah (spillway), bangunan pengelak (cofferdam), bangunan pengambilan (intake), pekerjaan hidromekanikal, bangunan fasilitas, dan bendungan utama (main dam),” jelas Lasino.

Bendungan Way Sekampung yang airnya bersumber dari DAS Way Sekampung dan memiliki ukuran dimensi panjang puncak 362 meter, lebar puncak 10 meter, dan tinggi (dari dasar galian) 55 meter ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 200 hektar.

Terowongan bendungan Way Sekampung. Gambar diambil ketika dilakukan River Closure, Kamis (25/7/2019). (Foto: Dokumentasi Waskita Karya proyek bendungan Way Sekampung/Alip)

Dengan kapasitas tamping air sebesar 68 juta meter kubik, bendungan Way Sekampung diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air baku di Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Kabupaten Lampung Selatan sebesar 2,48 meter kubik per detik. Selain itu, bendungan ini akan memberikan pasokan air irigasi seluas 72.707 hektar, potensi listrik 5,4 MW, dan mereduksi banjir 185 meter kubik per detik, serta akan menjadi obyek wisata baru di Lampung. (Hasanuddin)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 3 =


Back to top button
Close
Close