Event HSE

SPTP Gelar CSR Untuk Penguatan Kesadaran K3

Kegiatan ini guna mewujudkan penguatan kesadaran dan kepatuhan pekerja dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di dunia usaha.

Surabaya, isafetymagazine.com – Kepedulian dunia usaha untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia ditunjukkan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) dengan melakukan kegiatan Corporate Social (CSR).

CSR dilakukan SPTP berupa matching fund bekerjasama dengan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS).

Tujuan kegiatan ini adalah pertama, mewujudkan penguatan kesadaran dan kepatuhan pekerja dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di dunia usaha.

Kedua, guna menciptakan terobosan dan saling mendukung untuk membangun suatu sistem berbasis teknologi informasi yang dikenal dengan istilah smart multi measurement device berbasis website.

Sistem ini bisa dipakai dunia usaha menunjang audit sistem K3.

Ketiga, SPTP dan PPNS juga dapat saling mendukung untuk penguatan sumber daya manusia (SDM) yang sadar dan patuh terhadap K3.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Widyaswendra mengaku kebutuhan SDM yang sadar K3 di dunia usaha semakin tinggi. Apalagi, industri kepelabuhanan terminal peti kemas yang menjadi lini bisnis utama perusahaan tersebut.

Dengan Kerjasama SPTP dan PPNS diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM yang sadar dan patuh terhadap aspek K3 di lingkungan kerja perusahaan.

“Penyiapan sumber daya manusia yang sadar K3 harus dimulai sejak dini, mulai dari bangku pendidikan sehingga ketika masuk ke dunia usaha mereka sudah siap dan paham mengenai aspek keselamatan dan kesehatan kerja sehingga menjadi lebih produktif,” kata Widyaswendra di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (24/8/2022).

Pada kesempatan yang sama Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) Eko Julianto menanggapi PPNS adalah perguruan tinggi yang memiliki program studi K3 yang berkaitan dengan dunia kepelabuhanan dan pelayaran.

Jadi, pihaknya terbuka dan mendukung SPTP dalam upaya melakukan standardisasi implementasi K3 di seluruh wilayah kerja perusahaan. Apalagi, dunia industri kepelabuhanan memiliki risiko K3 yang cukup tinggi.

“Penguatan sumber daya manusia yang paham dan patuh terhadap K3 menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kinerja operasional pelabuhan. Karena dengan kesadaran K3 tidak ada jam kerja yang hilang (zero accident) yang berdampak pada produktivitas pekerja,” ucap Eko Julanto.

Keberadaan sistem smart multi measurement device berbasis website yang dikembangkan PPNS akan mempermudah SPTP melakukan audit sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) secara internal dan eksternal.

Sistem tersebut juga akan mempermudah SPTP dalam melakukan pengawasan K3 di seluruh area terminal yang dikelola oleh perseroan.

“Target kami pengembangan sistem tersebut dapat selesai dalam jangka waktu maksimal enam bulan ke depan,” tuturnya. (adm)

Tampilkan Lebih

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

Back to top button