EnvironmentEvent HSEFeaturedRegional News

Bendungan Rukoh Paket 2 Gelar Pencanangan Konservasi Lingkungan

KABUPATEN PIDIE, isafetymagazine.com – Proyek pembangunan bendungan terkadang mengundang protes dari sejumlah aktivis lingkungan. Pasalnya, proyek pembangunan bendungan seringkali dituding merusak lingkungan seperti penebangan pohon-pohon.

SVP Divisi Infrastruktur III PT Waskita Karya (Persero) Tbk Aris Mujiono.

Manajer QHSE Divisi Infrastruktur III PT Waskita Karya (Persero) Tbk Sihar P Hasibuan tak memungkiri hal itu. “Ya namanya juga bendungan, dalam proses pengerjaannya sudah pasti melakukan penebangan pohon-pohon, lalu ada pengerukan, penimbunan, pengelakan sungai, dan sebagainya. Itu merupakan proses yang tidak bisa kita hindari dalam proyek pembangunan bendungan,” kata Sihar kepada isafetymagazine.com.

Camat Titeu Ir Jakfar

“Kalau tidak melakukan penebangan pohon, pengerukan, penimbunan, pemasangan konstruksi beton untuk bangunan utama bendungan, pengelakan sungai, dsb, bukan bendungan namanya,” seloroh Sihar.

Manajer QHSE Divisi Infrastruktur III Sihar P Hasibuan

Kendati demikian, selaku pelaksana pengerjaan proyek pembangunan bendungan, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, kata Sihar, punya tanggung jawab dan kepedulian terhadap konservasi lingkungan meski hal itu tidak ada dalam kontrak kerja dengan owner.

PM Bendungan Rukoh Paket 2 Sudarmoko

Konservasi lingkungan yang dilakukan antara lain berupa penanaman pohon di area green belt bendungan seperti yang isafetymagazine.com saksikan di proyek Bendungan Gondang di Karanganyar, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Tak hanya konservasi lingkungan, PT Waskita Karya bahkan melakukan konservasi sumber daya air (SDA) berupa pelepasan bibit-bibit ikan ke area genangan bendungan seperti yang dilakukan di Bendungan Gondang yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Mei 2019 silam.

Kapolsek Titeu Ipda Syahri Batubara

Kepedulian serupa ditunjukkan Waskita pada proyek pembangunan Bendungan Rukoh Paket 2 di Desa Alue, Kecamatan Titeu, Kabupaten Pidie, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Konservasi lingkungan bahkan sudah dilakukan meski progress pembangunan Bendungan Rukoh baru mencapai 3,62% per Agustus 2019, lewat kegiatan yang diberinama ‘Pencanangan Konservasi Lingkungan Bendungan Rukoh Paket 2.’

Pada kegiatan peduli lingkungan yang digelar Rabu (21/8/2019) itu, Waskita Karya menggandeng unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) setempat dan dihadiri langsung oleh Camat Titeu Ir Jakfar, Kapolsek Keumala Ipda Syahri Batubara, dan Danramil Titeu Keumala Kapten Inf Supriato.

Danramil Titeu Keumala Kapten Inf Supriato

Dari Waskita Karya sendiri, kegiatan Pencanangan Konservasi Lingkungan Bendungan Rukoh Paket 2 itu dihadiri langsung oleh SVP Divisi Infrastruktur III PT Waskita Karya (Persero) Tbk Aris Mujiono, Manajer QHSE Divisi Infrastruktur III Sihar P Hasibuan, PM Bendungan Rukoh Paket 2 Sudarmoko, Site Manager, dan lain-lain.

Site Manager proyek Bendungan Rukoh Paket 2

Sejumlah bibit pohon keras ditanam seperti pohon rambutan, alpukat, palem, dan durian. Menurut Sihar P Hasibuan, pihaknya sengaja memilih jenis-jenis pohon tersebut agar bisa dipanen ketika pengerjaan proyek pembangunan Bendungan Rukoh Paket 2 selesai 4 tahun mendatang. (Hasanuddin)

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 5 =


Back to top button
Close
Close