Environment

Berikut Keluhan Warga atas Dampak Rembesan BBM Pertamina

Berdasarkan hasil pengecekan terhadap air sumur yang diduga terkena rembesan BBM bahwa derajat keasamannya (pH) masih bagus.

Cilacap, isafetymagazine.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap telah mengambil sampel air dari tiga sumur warga yang diduga terkena rembesan bahan bakar minyak (BBM) untuk dilakukan uji laboratorium.

Namun, hasil ini belum keluar sampai berita ini diturunkan.

“Prinsipnya, secara kualitas memang harus dibuktikan uji laboratorium tetapi secara visual, lapisan minyak di sumur itu sudah enggak ada,” kata Kepala DLH Kabupaten Cilacap Sri Murniyati pada Selasa (9/8/2022).

Rembesan BBM diharapkan tidak masuk masuk ke air tanah lantaran peristiwa ini terjadi di perairan sungai.

Namun, apapun bisa terjadi, sehingga ini diupayakan DLH Kabupaten Cilacap melakukan penanggulangan.

“Kemarin waktu kejadian (3/8/2022), kami belum ambil sampel air tanah karena belum ada kejadian di sumur. Kalau yang air sumur kami ambil baru dua hari ini,” ucapnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jeruklegi Iptu Badrun mengungkapkan posko yang dibuka sejak hari Sabtu (6/8/2022) di kepolisian ini telah menerima sejumlah keluhan warga.

Hal ini terkait dengan dampak rembesan BBM. Tapi ini tidak diadukan secara langsung dan tidak rinci.

“Cuma kemarin Pak RT 03 ke Polsek, menceritakan bahwa masyarakat menyampaikan keluhan tapi enggak jelas keluhannya apa. Terus katanya, ada yang gatal-gatal akibat mengambil rembesan Solar di sungai,” ucapnya.

Sejumlah warga juga mengeluhkan sumurnya terkena rembesan BBM yang ditindaklanjuti oleh petugas posko bersama DLH Kabupaten Cilacap dengan pengecekan lapangan.

Berdasarkan hasil pengecekan terhadap air sumur yang diduga terkena rembesan BBM bahwa derajat keasamannya (pH) masih bagus.

Sumur yang dicek secara langsung berjarak sekitar 10 meter dari Sungai Jambu yang terkena rembesan BBM.

“Petugas DLH juga mengambil sampel air sumur tersebut untuk dilakukan uji laboratorium. Kami belum tahu hasil uji laboratoriumnya, belum tahu karena dibawa ke DLH, itu kalau enggak salah (sumur) ketiga,” ujar Badrun.

Selain itu pengecekan juga dilakukan terhadap beberapa sumur lainnya yang berjarak sekitar 50 meter dari sungai.

Warga juga mengeluhkan masih adanya bau BBM jenis Solar dari sekitar lokasi rembesan.

“Sebenarnya rembesan Solar yang di sungai sudah hampir tidak ada, yang kelihatan hanya lapisan minyak yang tipis (film), tapi sedikit sekali. Yang bau itu justru dari tumpahan-tumpahan saat warga mengambil Solar dari sungai dengan ember dan sebagainya, itu yang sebetulnya menyebabkan bau,” ujarnya.

Rembesan BBM dari jalur pipa Cilacap Bandung (CB) 1 terjadi di tepi Sungai Jambu, Dusun Lengkong, Desa Jeruklegi Kulon, pada hari Rabu (3/8/2022) yang masih dilakukan normalisasi oleh Kerja Sama Operasi Hutama Karya (KSO HK)-Timas bersama Pertamina Patra Niaga.

“Kami akan memverifikasi dan menindaklanjuti keluhan dari masyarakat dengan dibantu pihak-pihak terkait, termasuk melakukan pemetaan lokasi sumur warga,” ujar Deputy Construction Manager CB 3 KSO HK-Timas Darmawan Setyadi.

Pertamina bersama KSO HK-Timas telah melakukan penanganan terhadap rembesan BBM dengan memasang klem pada pipa CB 1 yang rembes.

“Saat ini, tanah di sisi barat dan timur sungai sedang digali, katanya untuk pemasangan pipa pengganti pipa CB 1 yang rembes,” kata Iptu Badrun.

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho mengemukakan pihaknya berencana melakukan perbaikan dengan cara mengganti pipa pada jalur CB 1 yang rembes dan ditargetkan selesai sekitar 20 Agustus 2022.

“Nanti setelah diperbaiki total, bisa dioperasionalkan kembali. Saat ini yang running untuk penyaluran BBM ke Bandung adalah CB 2 yang juga pipa multifungsi seperti CB 1,” ujarnya.

Jalur pipa CB 1 dan CB 2 ini multifungsi karena dapat digunakan untuk menyalurkan BBM jenis gasoline maupun gasoil secara bergantian. (adm/ant)

Tampilkan Lebih

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

Back to top button