Event HSE

Pekerja Konstruksi Tak Fokus Bekerja Berpotensi Kecelakaan Kerja

Kemnaker terus mengingatkan pendekatan preventif mesti dilakukan untuk meningkatkan perilaku selamat di kalangan pekerja muda.

Jakarta, isafetymagazine.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan pekerja konstruksi yang tidak fokus melakukan pekerjaannya berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja.

Apalagi, ini dibarengi dengan pekerjaan yang dilaksanakan secara cepat yang menimbulkan kelalaian akan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Ada SOP (standard operating procedure) yang ketat yang harus dia lalui. Kami berusaha kalau di konstruksi sekarang harus sudah disimulasi semua langkah-langkah ke depan sehingga setiap tahapan sudah terpikirkan risikonya,” kata Direktur Keberlanjutan Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Kimron Manik.

Keterangan ini disampaikannya disela-sela acara ‘Grand Launching Buku 100 Tokoh K3 Indonesia’ di Jakarta pada Rabu (17/8/2022).

Selama ini kecelakaan kerja konstruksi diduga akibat pekerjaannya dilakukan secara terburu-buru untuk mengejar keterlambatan yang terjadi dari jadwal yang ada. Kemudian, pekerja kurang disiplin menerapkan K3 dan kekurangan tenaga ahli K3 pada sektor tersebut.

Indonesia diprediksi membutuhkan 500.000-750.000 tenaga ahli bersertifikasi K3, tapi ini baru tersedia sebesar 150.000 orang saja.

Sektor konstruksi didasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) yang diaminkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyebutkan penyumbang kecelakaan kerja tertinggi yakni sebesar 32%.

Sampai Oktober 2020 sebanyak 177.161 kecelakaan kerja terjadi di Indonesia atau naik ketimbang 2019 dari 114.235 kecelakaan kerja.

Keberlanjutan Bisnis
Dengan demikian, Menteri PUPR Mochamad Basuki Hadimuljono menekankan penerapan aspek K3 bagi sektor konstruksi. Kebijakan ini tidak hanya guna melindungi pekerja dari kecelakaan kerja dan kesehatan kerja.

Namun, ini juga melindungi aset perusahaan sekaligus keberlanjutan bisnis suatu perusahaan.
“Saya berharap ke depan semua proyek harus menerapkan K3 secara komprehensif,” ujarnya.

Kemnaker sepakat kecelakaan tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerugian material bagi pekerja, tetapi juga proses produksi secara menyeluruh.

Bahkan, kecelakaan bisa merusak lingkungan yang berujung bagi masyarakat luas, sehingga perlu upaya yang nyata untuk mencegah dan mengurangi terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja secara maksimal.

“Secara teori, kecelakaan dapat dihindari dengan melaksanakan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja, melalui usaha-usaha pendekatan keselamatan baik yang modern maupun kesisteman, secara sederhana hanya dengan memasang rambu-rambu tanda keselamatan maupun perilaku selamat,” ucap Direktur Bina Pengujian K3 Kemnaker Muhammad Idham.

Implementasi K3 merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan sejahtera, bebas dari kecelakaan, kebakaran, ledakan, pencemaran lingkungan, dan penyakit akibat kerja.

Penerapan ini terus berkembang berdasarkan penggunaan bahan, peralatan, instalasi, cara kerja, proses kerja, sifat kerja, dan lingkungan kerja serta mempengaruhi jenis potensi bahaya.

“Untuk itu, dalam pelaksanaan K3, harus terus berkembang sesuai perkembangan tersebut agar perlindungan K3 tetap berjalan dengan efektif dan efisien tanpa meninggalkan prinsip-prinsip fundamental yang berlaku secara universal,” ucap Muhammad Idham.

Kecelakaan Pekerja Muda
Sementara itu Kemnaker terus mengingatkan pendekatan preventif mesti dilakukan untuk meningkatkan perilaku selamat di kalangan pekerja muda.

Pasalnya, data BP Jamsostek menyebutkan kelompok usia 20-25 tahun penyumbang terbesar kecelakaan kerja di Tanah Air mencapai 61.805 kasus periode Januari 2022-Maret 2022.

“Untuk itu, perlu upaya pendekatan dan promotif, preventif terkait K3 yang lebih intens dan inovatif khususnya kepada kaum muda, agar bisa semakin peduli dan dapat melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja,” ucapnya.

Occupational Safety and Health Administration (OSHA) Amerika Serikat (AS) mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja pada pekerja muda adalah karakter pekerja muda yang rentan mengalami stres.

Berikutnya, pengawasan kurang dari supervisor, pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tidak memadai, dan pengoperasian peralatan kerja yang tidak aman.

Selanjutnya, sejumlah hal belum memadai yakni pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan. Apalagi egoisme pekerja muda yang enggan bertanya agar tidak dianggap bodoh, menjadi permulaan kelalaian keselamatan kerja.

Jadi, saat potensi bahaya mulai muncul tidak bisa mengidentifikasi dan mengendalikannya. Namun, safety supervisor mesti memberikan bimbingan sebelum dan sesudah bekerja berupa pengetahuan dan ketaatan para pekerja terhadap aturan K3.

Inspirasi K3
Pada kesempatan itu World Safety Organization (WSO) Indonesia bekerjasama dengan Allsysmedia meluncurkan buku berjudul ‘Buku 100 Tokoh K3 Indonesia’.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Keberlanjutan Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Kimron Manik menyambut baik kehadiran buku tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi terbitnya buku ini sebagai salah satu sumber inspirasi bagi kita semua untuk menerapkan semua aspek K3 di seluruh sektor industri,” ujarnya.

Malahan, Direktur Utama (Dirut) Allsysmedia, Alexander Mering mengemukakan penerbitan Buku 100 Tokoh K3 Indonesia tidak hanya untuk mengapresiasi tokoh K3 Indonesia dan mendokumentasikan sejarahnya.

Namun, ini untuk mengingatkan generasi Indonesia tidak melupakan sejarah dan pahlawan di sekitar mereka.

“Masih banyak yang belum kami tuliskan. Mudah-mudahan ke depan kita bisa membuat buku berikutnya,” tuturnya.

Hal yang sama juga diutarakan Inisiator Penulisan Buku 100 Tokoh K3 Indonesia sekaligus praktisi K3 Soehatman Ramli, mengungkapkan keberadaan buku ini bisa memberikan pemahaman bagi orang-orang terutama generasi mendatang penerus K3 di Indonesia.

“Ini bukan hanya di tempat kerja saja, tetapi juga dalam setiap aspek kehidupan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri PUPR Mochamad Basuki Hadimuljono mengatakan kehadiran Buku 100 Tokoh K3 Indonesia dinilai cukup menarik dan perlu didorong guna melahirkan tokoh-tokoh K3 di semua sektor.

“Lahirnya buku ini sangat bersejarah, apalagi dalam momen HUT kemerdekaan RI,” ucapnya. (ant/adm)

Tampilkan Lebih

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

Back to top button