Regional NewsReviews

Penggunaan Ponsel Saat Berkendara Berbahaya, Polisi akan Komunikasi ke Ojol

JAKARTA, ISafetyMagz.com – Polisi akan berkoordinasi dengan manajemen transportasi online soal larangan menggunakan telepon seluler (ponsel) saat berkendara. Polisi menyebut penggunaan ponsel saat berkendara dapat mengurangi konsentrasi.

“Itu nanti perlu komunikasi dengan driver online dari perusahaannya. Kita komunikasikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kantornya, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Ojek online (ojol) sering mengakses ponsel saat berkendara. Argo menerangkan larangan menggunakan ponsel saat berkendara merupakan salah satu sasaran Operasi Keselamatan Jaya, yang digelar pada 5-25 Maret. Dia tak ingin kecelakaan terjadi karena pengendara tak fokus lantaran menggunakan ponsel.

“Berkendara sambil menggunakan handphone. Misalnya naik kendaraan sepeda motor? Kemudian main WhatsApp, bisa nggak? Rawan nggak? Sambil SMS? Rawan nggak? Makanya pak polisi akan mengingatkan. Jangan menggunakan saat berkendaraan,” tuturnya.

Selain itu, sasaran operasi selanjutnya adalah pengendara yang melawan arah. Argo menegaskan berkendara melawan arah rentan menimbulkan kecelakaan.

“Jadi ada sasaran yang kita lakukan, berkaitan dengan keselamatan itu, misalnya lawan arah. Lawan arah itu ada kerawanan nggak? Nabrak orang gimana? Nabrak pengguna jalan yang lain? Ada yang mau nyebrang. Nanti kalau ketabrak itu cacat gimana? Keluarga berimbas, berimbas kepada pengendara itu sendiri,” ucapnya.

Selanjutnya, polisi juga akan memeriksa helm pengendara motor. Argo khawatir, bila pemotor tak memakai helm, timbul sesuatu yang tak diinginkan.

“Berkaitan dengan tidak menggunakan helm. Kalau tidak menggunakan helm gimana? Kasihan. Sayang. Kalau ada kecelakaan. Nanti kepala bisa pecah. Bisa cacat,” paparnya.

Hal yang tak kalah penting, kata Argo, adalah jumlah penumpang yang tak boleh berlebihan. Terakhir, fokus operasi adalah pengendara yang masih di bawah umur.

“Kalau kita mengendarai motor lebih dari yang ditentukan. Misalnya empat orang, tiga orang. Itu rawan. Tidak diperbolehkan. Makanya kita mengingatkan, jangan sampai diulangi. Kemudian terakhir mengenai mengendarai kendaraan di bawah umur. Itu tidak diperbolehkan. Di bawah umur pasti tidak mempunyai SIM. Emosinya juga akan berbeda. Tidak stabil,” imbuh dia.

Sumber: detik.com

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button